Kenya Siap Jadikan Keuangan Syariah Sebagai Stimulus Pertumbuhan Ekonomi di Afrika

gomuslim.co.id- Kementerian Keuangan Kenya berencana untuk menjadikan keuangan syariah sebagai stimulus pertumbuhan ekonomi dan menjadi salah satu pendanaan pembangunan. Salah satu negara di Afrika Timur ini ingin memposisikan dirinya sebagai hub keuangan syariah di Afrika.

Menteri Keuangan Kenya, Henry Rotich, mengatakan pemerintah Kenya mengajukan amademen untuk regulasi keuangan dan menerbitkan aturan baru untuk memfasilitasi skema tunjangan pensiun syariah. “Saya optimistis skema pensiun syariah bisa mendorong penerbitan sukuk,” ujarnya seperti dilansir dari publikasi Quartz, Selasa (09/05/2017).

Untuk diketahui, 11 persen dari 44 juta penduduk Kenya adalah orang Islam. Namun, pada masa lampau, pemerintah Kenya sulit meyakinkan parlemen tentang potensi keuangan syariah, terutama saat pemerintah memerangi kelompok ekstremis, Al-Shabaab.

Kini, Kenya mengizinkan perbankan dan keuangan syariah untuk berkembang. Berbicara saat pertemuan tahunan East Africa Islamic Economy Summit, pada 11 April 2017, Chief Executive Officer di Capital Market Authority, Paul Muthaura, mengatakan Kenya ingin menjadi hub bagi keuangan syariah.

Negara yang beribukota negara Nairobi, telah menjadi pemimpin regional di perbankan syariah. Mereka memiliki 2 bank syariah, 1 perusahaan asuransi syariah, 1 perusahaan reksa dana, dan 2 koperasi syariah.

Pada Desember 2016, Kenya bergabung ke Islamic Financial Services Board, sebuah lembaga keuangan syariah—berbasis di Malaysia—yang mengatur dan mempromosikan keuangan syariah di seluruh dunia.

Sebelumnya, Kenya tertarik untuk mengembangkan keuangan syariah di negaranya. Salah satu langkah yang diambilnya adalah mengajarkan pendidikan keuangan syariah. The Coast International College, lembaga pendidikan yang dimiliki oleh Gulfcap Group of Kenya, bekerja sama dengan universitas di Malaysia, International Center for Education in Islamic Finance (INCEIF) untuk kursus keuangan syariah.

Kerja sama ini berupa penyediaan kurikulum untuk pelatihan kejuruan bagi siswa lokal. Fokus pengembangan program berupa pelatihan diploma.  Dua lembaga pendidikan ini juga akan menawarkan kursus eksekutif bagi para praktisi keuangan syariah di bidang perbankan dan asuransi syariah Islam.

Presiden INCEIF Daud Abdullah mengatakan, INCEIF berharap dapat membangun kerja sama strategis dengan Coast International College sehingga industri keuangan syariah dapat menembus pasar Kenya. Selain itu, INCEIF juga akan menawarkan keahliannya dalam memberikan ilmu pengetahuan di bidang perbankan syariah, takaful, dan pasar modal syariah.

"INCEIF akan memainkan peran penting dalam memberikan pengetahuan keuangan islam di Kenya," ujar Daud.

Kemitraan ini akan fokus pada pengembangan program diploma. Selain itu, mereka juga akan menawarkan kursus eksekutif bagi praktisi di bidang perbangkan dan asuransi syariah. Kerja sama ini dinilai akan membuka jalan bagi Kenya agar bisa menjadi tuan rumah dalam konferensi keuangan syariah di Afrika, serta diharapkan dapat memajukan pengetahuan dan mengembangkan industri keuangan syariah global. (njs/quartz/dbs)


Back to Top