Awalnya Menerima Kini Memberi, Begini Cerita Petani yang Dapat Manfaat Program Zakat Dompet Dhuafa

gomuslim.co.id- Dompet Dhuafa terus berupaya memberdayakan masyarakat, khususnya kaum dhuafa melalui dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) yang terhimpun. Terbaru, lewat kampanye #360Zakat, lembaga nirbala amil zakat tertua di Tanah Air itu konsisten mengedukasi masyarakat demi pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Salah satu bukti pemberdayaan dari zakat ini pun dirasakan oleh Maman Suherman, Ketua Kelompok Petani Sayur Sumber Jaya Tani di Cipanas. Ia mengaku bahagia karena dirinya menjadi salah seorang penerima manfaat program pemberdayaan ekonomi Dompet Dhuafa sejak 2016.

“Alhamdulillah saya sangat senang sekali. Berkat bantuan dari Dompet Dhuafa, saya telah mampu menjalankan salah satu kewajiban sebagai Muslim, yaitu membayarkan zakat. Saya bahagia  karena sekarang bisa berbagi ke anak yatim, jompo, kalau Idul Fitri bagi-bagi zakat seperti beras," kata Maman saat acara konferensi pers #360Zakat Ramadhan 1438 H di Jakarta Rabu (10/05/2017).

Maman mengungkapkan bahwa saat ini sudah 30 orang yang bergabung di kelompok tani bersamanya yang dibagi kepada tiga kelompok  (kampong). Dia bersyukur karena mendapat  bimbingan langsung dari Dompet Dhuafa. Bimbingan ini diikuti dengan bantuan benih, obat-obatan, semprotan dan mobil untuk mengangkut sayur.

“Sekarang, kami sudah mampu mengirimkan sayurannya ke Bogor dan Jakarta. Sebelumnya biasa saja, harga tidak ada alur, bahkan sering dibohongi tengkulak," ucap Maman.

Bahkan, lanjut Maman, saat ini kelompok taninya sudah mulai mengembangkan 30 macam sayur-sayur organik, dengan harga mampu mencapai tiga kali lipat. Dari 2.000 meter lahan tiap petani, 500 meter ditanami sayur organik.

Selain Maman, bukti zakat memberdayakan masyarakat dhuafa dirasakan pula oleh Ibu Wasti dari Banten. Salah satu penerima manfaat program ekonomi Kerang Hijau tersebut, awalnya disangka korupsi oleh masyarakat. Lantaran ia berikhtiar dengan memotong sebagian bantuan untuk modal awal menggerakan koperasi tersebut kian berkembang dan mampu menyisihkan dari penghasilan yang diperoleh untuk berzakat melalui DD.

Setelah Banten kemudian melaju ke Yogyakarta. Dari musibah erupsi Gunung Merapi 2010 silam, kini masyarakat di Cangkaringan, Sleman, Yogyakarta, mulai menuai berkah melalui Rumah Susu yang merupakan pemberdayaan ekonomi Dompet Dhuafa pasca erupsi Merapi.

Tak berhenti di situ saja, akhir 2014, melalui gerakan bersama, donator Dompet Dhuafa berhasil membuka lahan di Subang untuk memberdayakan petani setempat melalui potensi lokalnya. Pembukaan lahan di Subang kini telah membuahkan hasil. Kebun buahnya telah merekahkan berkah yang kini menjalar pada pengembangan potensi ternak. Masyarakat sekitar juga telah menikmati hasilnya, buah berkah dari kekuatan zakat.

Sebagai tambahan, sampai penghujung 2016, tercatar 14.969.836 penerima manfaat program-program pemberdayaan Dompet Dhuafa yang tersebar di berbagai penjuru dunia, khususnya Indonesia.

Khusus Ramadan tahun ini, Dompet Dhuafa menargetkan bisa menghimpun dana masyarakat hingga Rp 99 miliar. Adapun Ramadan tahun lalu, dana yang berhasil terkumpul mencapai Rp 72 miliar. (njs)

 

 


Back to Top