Menag Resmikan Gedung KH Arief Mustaqiem IAIN Tulungagung

gomuslim.co.id- Gedung KH Arief Mustaqiem IAIN Tulungagung melalui program SBSN 2016 resmi dibuka oleh Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin, pada Kamis, (11/05/2017). Gedung tersebut memiliki 18 ruang kantor, 2 ruang mushola, 44 ruang kelas, serta satu aula utama di lantai 6.

Nama tokoh KH Arief Mustaqiem, yang didaulat menjadi nama gedung tersebut yang diambil dari nama pendiri Sekolah Persiapan (SP) Singoleksono yang menjadi embrio dari IAIN Tulungagung pada tahun 1968.

Pembangunannya ditaksir senilai Rp. 42.371.000.000, yang merupakan bentuk jawaban dari IAIN Tulungagung untuk memenuhi kebutuhan ruang perkuliahan dan juga fasilitas pelengkap lainnya di tengah semakin meningkatnya jumlah mahasiswa IAIN Tulungagung setiap tahun. 

Dengan anggaran 40 milyar lebih, IAIN Tulungagung berhasil selesai dalam kurung waktu pembangunan dari tahun 2016.

Rektor IAIN Tulungagung, Maftukhin mengatakan pengambilan nama KH Arief Mustaqiem sebagai bentuk penghargaan kepada pendiri sekaligus untuk mengingatkan generasi yang akan datang terhadap sosok pendiri IAIN Tulungagung.

“Kami sampaikan banyak terimakasih kepada Kementerian Agama RI dengan adanya bantuan program SBSN tersebut. Karena dengan bantuan tersebut kebutuhan ruang kuliah dan fasilitas lainnya bisa terpenuhi dan kami bisa lebih siap dengan perkembangan jumlah mahasiswa yang semakin meningkat,” ujarnya.

Tentunya, lanjut Maftukhin, masyarakat Tulungagung dan sekitarnya berharap agar adanya perubahan IAIN Tulungagung menjadi UIN sedikit terdorong dengan keberadaan gedung ini.

Sementara itu, di kesempatan yang sama, Bupati Tulungagung Syahri Mulyo dalam sambutannya menyampaikan pihaknya sangat mengapreasi positif dengan adanya gedung baru IAIN Tulungagung ini. Tak lupa Bupati juga menyampaikan dukungannya atas perubahan alih status IAIN Tulungagung menjadi UIN Tulungagung.

"Soal tanah yang diharapkan untuk mendukung terwujudnya UIN Tulungagung tentu akan kami upayakan seluas 50 hektar,” pungkas Syahri.

Kemudian seusai acara, Menag mengatakan dibangunnya gedung tersebut merupakan salah satu komitmen dan tekad Kementerian Agama untuk meningkatkan kualitas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) supaya lebih bisa bersaing dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) umum.

“Dan yang paling penting adalah supaya PTKIN bisa memberikan kontribusi lebih terhadap masyarakat dalam hal pengembangan pendidikan dan ilmu pengetahuan,” tukasnya.

Selama ini pihaknya terus berupaya untuk mendorong pengembangan PTKIN, termasuk di antaranya mengupayakan bantuan pembangunan infrastruktur serta memberikan dukungan untuk perubahan bentuk dari STAIN menjadi IAIN, kemudian IAIN menjadi UIN. (nat/dbs)


Back to Top