Semarang Kenalkan Wisata Religi Haji Umroh

gomuslim.co.id- Kota Semarang menyimpan ragam obyek wisata religi. Setelah obyek wisata "Masjid Kapal Nabih Nuh", kini muncul destinasi wisata religi "Replika Masjid Nabawi dan Masjidil Haram".

Wisata religi ini berada di Jln Muntal Kelurahan Mangunsari Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Jawa Tengah. Lokasi seluas 3 hektar ini sebenarnya dibangun dengan maksud untuk manasik haji dan umroh umat Islam. 

Namun karena bentuk dan ukuranya yang besar dan mirip dengan aslinya di Arab Saudi, masyarakat juga menjadikanya sebagai sasaran kunjungan wisata religi. 

Kompleks manasik haji umroh eksekutif ini mulai aktif 2014. Diberi nama Firdaus Fatimah Zahra, karena dibangun oleh PT. Fatimah Zahra, sebuah biro perjalanan haji dan umroh di kota Semarang. Semula berdiri hanya untuk manasik haji umroh Fatimah Zahra. Namun sekarang sudah dipakai juga untuk manasik haji dan umroh biro yang lain. Bahkan masyarakat umum sudah menjadikanya sebagai obyek wisata religi.

Petugas Fatimah Zahra, Edi S mengaku awalnya tempat ini hanya untuk manasik haji umroh jamaah Fatimah Zahra. Sekarang biro umroh lain ada pula yang manasik di sini. Beberapa masyarakat umum juga banyak yang datang untuk berwisata.

“Kalau hari libur, rombongan bus dari Demak, Solo, Jepara, Pekalongan, Jogja dan lainya berdatangan. Ziarah Wali Songo sekarang ditambah dengan tujuan wisata haji dan umroh ke sini," tambahnya.

Saat memasuki kompleks ini benar benar serasa di Arab Saudi. Dari depan berdiri megah gapura Firdaus Fatimah Zahra. Setiap pengunjung dikondisikan seolah olah datang untuk haji dan umroh sungguhan. Setelah parkir bus, lalu turun kendaraan di Bandara King Abdul Aziz. Kemudian masuk pintu imigrasi dengan menyerahkan tiket masuk yang berfungsi sebagai paspor. 

Setelah lolos masuk bandara lalu transit dengan duduk di kursi bandara menunggu jemputan. Ruang bandara buatan itu juga mirip dengan aslinya. Dari situ pengunjung dipandu menuju pintu masuk Masjidil Haram. Di dalamnya melihat bangunan replika Ka'bah yang besarnya setengah dari aslinya.. 

Tempat ini juga dilengkapi dengan pintu Ka'bah, Hajar Aswad, Rukun Yamani, Hijir Ismail, Maqom Ibrahim dll. Pengunjung latihan tawaf serasa di Masjidil Haram. Disebelahnya juga dibangun tempat sa'i (lari lari kecil) dari bukit Sofa dan Marwa yang panjangnya 50 meteran. 

Pengelola juga membangun replika masjid Nabawi. Masuk ke dalamnya sudah serasara ziarah ke makam nabi. Bentuk dan warna catnyapun sama. "Tapi semua ini hanya replika. Pengunjung jangan sampai salah paham," ucap Ustad Sudirjo, pendamping manasik jamaah haji umroh dari Sekolah Haji Umroh  Baitulloh (SHU) Salatiga. 

Kemudian ada pul replika tempat suci Padang Arafah, replika Mina, Muzdalifah (tempat jemaah mabit atau bermalam), Jabal Rahmah, dan Jamarat (tempat lempar jumroh). Kompleks dengan nilai investasi puluhan miliar itu juga dilengkapi museum perjuangan Islam dan ruang pertemuan. 

Rencananya temapat ini juga akan dilengkapi bangkai pesawat untuk pengenalan penumpang. Mulai cara duduk, menggunakan sabuk pengaman dll. Kemudian dibangun toko oleh-oleh produk Arab, mulai kurma, kacang Arab, manisan, baju haji dan umroh lengkap.

Pengunjung cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 40 ribu per orang. Sedangkan untuk kunjungan jumlah besar harus koordinasi pengelola terlebih dulu.

Direktur PT Fatimah Zahra, Mohammad Iqbal berharap selain untuk manasik kompleks ini juga bisa menjadi salah satu pilihan tempat wisata religi. Saat ini menjelang Ramadan, banyak orang berwisata religi, seperti paket walisongo, yang sejak dulu sudah sangat populer di Jawa Tengah. (nat/dbs)

Baca juga:

Masjid Agung Semarang Jawa Tengah, Kemegahan Perpaduan Arsitektur Tiga Budaya


Back to Top