Dubes RI Dorong Jawa Barat Rambah Pasar Kuliner Halal di Tiongkok

gomuslim.co.id- Peluang pasar kuliner halal di wilayah daratan Tiongkok kian melejit. Berkenaan dengan hal tersebut, Duta Besar RI untuk China dan Mongolia, Soegeng Rahardjo mendorong agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat memasuki pasar kuliner halal di wilayah tersebut  yang dihuni komunitas Muslim.

"Kalau mau Provinsi Jabar bisa menyasar pasar halal food. Potensinya cukup besar di Qinghai, Sichuan, Gansu, dan Xinjiang," ujar Soegeng saat menerima kunjungan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan rombongan di KBRI Beijing, Kamis (11/05/2017)

Dia mengaku Indonesia terbilang terlambat memasuki pasar kuliner halal yang makin digemari oleh masyarakat China yang ternyata tidak hanya dari komunitas Muslim.

"Tapi pasarnya terus berkembang. Apalagi Jabar punya beragam kuliner," tambah Soegeng. Dirinya pun sudah beberapa kali mengunjungi beberapa daerah komunitas Muslim di wilayah barat China.

Keberhasilan Pemprov Jawa Timur dalam menjalin kerja sama dengan Kota Tianjin diapresiasi oleh Dubes dan dijadikan contoh bagi Pemprov Jabar.

"Jatim itu punya display produk-produk unggulan tersendiri di Tianjin. Mungkin seperti itu yang perlu dicontoh Jabar. Bisa pula mengadakan pameran bersama setiap dua tahun sekali secara bergantian," pungkasnya. 

Dalam kesempatan itu pula Soegeng menyarankan Gubernur Jabar untuk mengajak para ulama di daerah mengunjungi beberapa wilayah komunitas Muslim.

"Bagaimana sekiranya bisa mengumpulkan ulama untuk mengetahui perkembangan Islam di empat provinsi itu. Kita harus sampaikan pula bahwa Islam di Indonesia adalah Islam yang modern," katanya.

Diharapkan pula nantinya ulama bisa menyampaikan kepada umat Islam di Indonesia mengenai perkembangan Islam di daratan Tiongkok. Dubes juga menginginkan Pemprov Jabar memboyong kalangan akademisi dan anak muda.

"Anak muda ini sangat penting supaya tidak salah persepsi mengenai Tiongkok. Jangan anggap Tiongkok itu ancaman, tapi banyak kesempatan yang bisa dimanfaatkan," kata Dubes.

Gubernur Jabar yang akrab disapa Kang Aher, merespon anggapan yang disampaikan oleh Dubes RI adalah hal yang penting. "Saya kira bagus, hubungan antarmasyarakat, perdagangan, dan kebudayaan bisa menjadi satu, termasuk ulama dan pemuda," katanya.

Ia merasakan bahwa saat ini abad kebangkitan negara-negara di Benua Asia. "Pemainnya pun dari Asia. Ada China, Korea, Indoesia, India, dan lain-lain yang semuanya bisa menjadi pemain ekonomi berkaliber dunia. Tentu harus ada hubungan kerja sama yang kuat mulai hari ini," ujarnya.

Gubernur bersama rombongan yang terdiri atas sejumlah anggota DPRD Jabar dan jajaran pejabat setempat melakukan kunjungan kerja ke China selama delapan hari pada 4 sampai 12 Mei 2017.

Selama berada di China, Gubernur melakukan kesepakatan kerja sama pembentukan provinsi kembar (sister province) dengan Guangxi, Chongqing, Sichuan, dan Heilongjiang. (nat/antara/dbs)


Back to Top