Rutin Gelar Festival Islam, Begini Perkembangan Warga Muslim di Belarusia

gomuslim.co.id- Perkembangan Islam di setiap Negara selalu menyimpan keunikan tersendiri. Seperti yang terjadi di Negara Belarusia. Salah satu kota bernama Ivye dipandang sebagai pusat konsentrasi etnis Muslim Tatar di Belarusia, selain di ibu kota Minsk.

Di kota itu, secara rutin digelar festival Islam terbesar di negara itu dan menarik banyak pengunjung. Festival sekaligus menjadi ajang pertemuan etnis Tatar dari Belarusia maupun mancanegara.

Seiring itu, agama Islam terus mengalami kemajuan pesat. Masjid sebagai pusat kegiatan umat banyak didirikan. Pada tahun 1994, masjid besar Slonim diresmikan, dua tahun kemudian giliran masjid di Smilovichi.

Demikian pula pada kegiatan organisasi keagamaan. Kaukus Kongres Muslim Belarusia dibentuk pada tahun 1994. Geliat berlanjut dengan kehadiran organisasi Komunitas Muslim Belarusia pimpinan Ismail Aleksandrovich.

Hingga tahun 1997, komunitas Islam Tatar telah berjumlah sekitar 23 komunitas, dengan 19 di antaranya tersebar di wilayah barat. Komunitas Muslim termasuk kaum Tatar berharap bisa berkontribusi secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Oleh karenanya, umat sepakat untuk fokus membina bidang pendidikan, keagamaan, maupun lembaga keislaman. Bila ketiga aspek itu berjalan dengan baik, akan mampu mewujudkan sebuah masyarakat Islam yang maju di Belarusia.

Sementara itu, Masjid pertama di Belarusia sendiri dibangun sekitar abad 15. Dari masa ke masa, akhirnya terjadi proses asimilasi. Tak sedikit etnis Tatar yang menikah dengan warga asli Belarusia, etnis Polandia, Lithuania, dan Rusia.

Pernikahan antaretnis menjadi sesuatu yang umum sehingga menghasilkan asimilasi secara luas. Hanya saja, muncul persoalan. Mereka berangsur kehilangan sebagian identitas, terutama di kalangan generasi berikutnya. Bahasa Tatar mulai ditinggalkan dan berganti dengan pemakaian bahasa Belarusia, Polandia, atau Rusia. Bahasa Arab dipelajari, terutama pada aspek pendidikan agama.

Pada akhir tahun lalu, Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko meresmikan masjid pertama di ibukota Belarusia, Minsk. “Belarusia adalah negara yang berkarakter damai. Kita menghargai nilai-nilai perdamaian dan ketentraman. Itulah kenapa kita membangun rumah-rumah ibadah bagi semua agama,” ujarnya, seperti dilansir dari publikasi TVR.

Masjid itu merupakan hasil kerja sama bilateral antara Belarusia dan Turki. Dalam acara tersebut, Presiden Lukashenko membubuhkan tanda tangan pada buku tamu masjid di urutan pertama. Baginya, pembangunan masjid ini merupakan tonggak penting bagi umat Islam Belarusia.

“Saya yakin, Masjid Agung ini, yang dibangun dengan dukungan personal dari Presiden Erdogan, akan menjadi pusat spiritual yang penting. Masjid ini juga menjadi sumber pendidikan dan penyebaran nilai-nilai kemanusiaan serta esensi ajaran Islam,” ucapnya.

Belarusia merupakan negara pecahan Uni Soviet, adidaya komunisme dunia pada abad ke-20 silam. Meskipun tidak mencantumkan agama apa pun di konstitusinya, Belarusia berpenduduk mayoritas Kristen Ortodoks. Sekitar 30 persen penduduk memilih ateisme. Adapun kaum Muslim berjumlah sekitar lima persen dari populasi negara tersebut. (njs/dailystar/TVR/dbs)

 

 

 


Back to Top