Sambut Ramadhan, Baznas Segera Luncurkan Program Desa Zakat di 41 Kabupaten

gomuslim.co.id- Pada bulan Ramadhan tahun ini, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) akan menggelar program desa zakat. Program unggulan ini diharapkan dapat ditiru oleh lembaga filantropi lainnya untuk memberdayakan masyarakat miskin di Indonesia.

Direktur Amil Zakat Nasional Baznas, Arifin Purwakananta dalam rilisnya mengatakan program desa zakat tersebut dilakukan untuk pertama kalinya dan merupakan program jangka panjang untuk mengentaskan 1 persen angka kemiskinan dalam setiap tahunnya.

Lebih lanjut, Arifin menjelaskan program Desa Zakat ini adalah bagian dari Zakat Community Development. Pada program ini, Baznas akan membuat program ini di 41 Desa di 41 Kabupaten di Indonesia.

Desa Zakat, jelas Arifin, adalah program yang disiapkan untuk membangun warga miskin di desa melalui berbagai program pengembangan zakat. Mustahik yang ada di desa tersebut nantinya akan mendapatkan bantuan awal. Selanjutnya, para muzakki di desa tersebut akan diajak untuk membantu orang miskin tersebut, baik di bidang pendidikan maupun bidang kesehatan.

"Jadi bukan bagi-bagi saja. Jadi ini untuk mewujudkan suatu desa itu yang melaksankan ajaran zakat di mana si kaya membantu yang miskin, kemudian yang kuat membantu yang lemah dengan konsep zakat," katanya.

Selain program desa zakat tersebut, untuk menyambut Ramadhan Baznas juga meningkatkan program layanan untuk membuat para muzakki mudah menyalurkan zakat, infaq, dan sedekahnya. Misalnya, dalam Bulan Ramadhan tahun ini Baznas akan menyediakan 200 gerai-gerai zakat se-Jabodetabek.

"Kemudian kami juga membetikan layanan zakat inklusi. Jadi sekarang tidak perlu zakat ke kantor Baznas langsung tapi bisa zakat online juga," katanya.

Untuk diketahui,  Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) merupakan badan resmi dan satu-satunya yang dibentuk oleh pemerintah berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 8 Tahun 2001 yang memiliki tugas dan fungsi menghimpun dan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) pada tingkat nasional.

Lahirnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat semakin mengukuhkan peran Baznas sebagailembaga yang berwenang melakukan pengelolaan zakat secara nasional. Dalam UU tersebut, Baznas dinyatakan sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang bersifat mandiri dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri Agama.

Dengan demikian, BAZNAS bersama Pemerintah bertanggung jawab untuk mengawal pengelolaan zakat yang berasaskan: syariat Islam, amanah, kemanfaatan, keadilan, kepastian hukum, terintegrasi dan akuntabilitas. (fau/baznas/foto ilustrasi: habadaily)

 


Back to Top