Untuk Pemberdayaan Tuna Netra, Laznas Chevron dan Dompet Dhuafa Gelar Pelatihan Pijat

gomuslim.co.id- Sebagai salah satu bentuk pemberdayaan, sebanyak 30 tuna netra mengikuti pelatihan teknik pijat di aula Yayasan Raudlatul Makfufin Tangerang Selatan, Banten, pada pekan lalu. Pelatihan ini diselenggarakan olen Laznas karyawan Chevron dengan Dompet Dhuafa ini berlangsung selama tiga hari mulai dari 12 Mei sampai 14 Mei 2017.

Pada pelatihan yang selama tiga hari ini, para peserta diberikan teknik-teknik dasar memijat sport massage dari mulai kaki, badan, tangan, hingga kepala. Dipilihnya sport massage karena teknik ini yang paling banyak dibutuhkan masyarakat serta lebih mudah dipahami dan dipraktekkan oleh para penyandang tuna netra.

Tak hanya sekadar pelatihan, para peserta juga diberikan bantuan fasilitas pendukung pijat seperti ranjang pijat, cream massage, dan lainnya. Selain itu, peserta juga mendapat pembinaan serta pendampingan selama enam bulan, sehingga perkembangan usaha pijat peserta bisa dimonitoring.

Ketua Laznas Chevron, Dennis mengatakan, pihaknya memiliki dua program untuk dana yang sifatnya konsumtif dan produktif. Program pelatihan pijat ini termasuk dalam kategori produktif. Dana yang diperoleh Laznas Chevron pun murni berasal dari dana sosial para pegawai Chevron.

“Kami harapkan kedepannya skill yang didapat dari pelatihan ini berguna untuk kehidupan para peserta. Kedepannya kami harapkan akan ada kerjasama lanjutan dari Dompet Dhuafa dan yayasan untuk meningkatkan taraf hidup para tunanetra,” tutur Dennis.

Di pihak lain, Manager Resource Mobilitation Dompet Dhuafa, Sulis Istiqomah berharap keterampilan yang didapat dari program ini dapat diaplikasikan di kehidupan sehari-hari. “Diharapkan mereka menjadi pemijat-pemijat profesional sehingga bisa dipergunakan untuk mencari nafkah,” katanya.

Sementara itu, Pelatih pijat Ahmad Jhoni menambahkan, para tunanetra mendapatkan materi tentang sports massage. Jenis pijatan sports massage adalah pijat yang dulu dipakai dalam dunia olahraga biasanya untuk memijat para atlet agar rileks melancarkan peredaran darah sehingga kinerja anggota tubuh menjadi baik.

Sports massage itu sebenarnya populer dalam dunia olahraga, biasanya hanya beberapa bagian anggota tubuh saja yang dipijat tergantung anggota tubuh yang cedera. Kalau cedera kaki ya kaki aja yang dipijat. Disini semua peserta diajarkan bagaimana menggunakan teknik sports massage dari mulai kaki, badan, tangan, hingga kepala secara menyeluruh,” tuturnya.

Ketua Yayasan Raudlatul Makfufin, Budi Santoso, mengaku senang mendapatkan teknik pelatihan pijat sports massage dan sangat mengapresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini. Ia berharap pelatihan ini bisa meningkatkan kemampuan para tuna netra yang selama ini belum mengetahui tentang dunia pijat memijat. “Mereka memang belum punya skill pijat karena sebagian besar berprofesi sebagai tukang kerupuk,” pungkas Budi. (nat/dd/dbs)

 


Back to Top