BNI Syariah Targetkan DPK Rp 6 Milyar pada Gelaran Keuangan Syariah Fair di Semarang

gomuslim.co.id- Dalam rangkaian acara Keuangan Syariah Fair (KSF) di Mal Paragon Semarang, Jawa Tengah yang diselenggarakan  pada 12 sampai 14 Mei 2017. BNI Syariah menargetkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sebanyak Rp 6 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Bisnis BNI Syariah Dhias Widhiyati mengatakan kalau ditinjau dari sisi jumlah akun baru, targetnya mencapai sebanyak 300 akun baru selama berlangsungnya acara KSF.

“Sedangkan dari sisi penyaluran pembiayaan, kami berharap agar kegiatan tersebut dapat tersalur dana mencapai Rp 10 miliar, baik untuk sektor konsumtif maupun produktif,” ujarnya.

Untuk memenuhi target tersebut, pihaknya melakukan kerja sama dengan beberapa mitra strategis di Kota Semarang terkait dengan penggunaan produk, jasa, dan layanan Hasanah.

Ia mengatakan bahwa kerja sama tersebut meliputi komitmen penggunaan cash management  dengan Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung dan Yayasan Siti Sulaechah.

“Selain itu, juga dibangun komitmen dengan PT Republik Propertindo dalam hal fasilitas BNI Griya iB Hasanah dengan total potensi dari seluruh kerja sama mencapai Rp48 miliar,” katanya.

Pihaknya merasa optimistis target tersebut dapat terpenuhi mengingat potensi pasar di Semarang dan sekitarnya sejauh ini cukup baik. Sementara itu, menurut Pemimpin BNI Syariah Semarang A. Pitra Ardiati, BNI Syariah KCU Semarang mengalami pertumbuhan yang baik di akhir tahun 2016.

Berdasarkan data, aset BNI Syariah KCU Semarang tumbuh sekitar 15,71 persen dari aset tahun 2015, yaitu dari Rp404 miliar pada tahun 2015 menjadi Rp467 miliar pada tahun 2016.

Jika ditinjau dari sisi profit hingga Desember 2016, tumbuh 15,86 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Menurut dia, profit ditopang dari naiknya pembiayaan konsumtif 16 persen dari tahun sebelumnya dengan nonperforming financing (NPF) atau kredit macet pembiayaan 2016 yang terjaga di level 2,31 persen.

Sementara itu, angka NPF pada tahun 2016, lebih rendah daripada NPF 2015 yang mencapai 3,08 persen. Dari pertumbuhan current account saving account (CASA) atau simpanan berbiaya murah juga mengalami penaikan dari tahun sebelumnya, yaitu dari Rp 294 miliar menjadi Rp 328 miliar pada bulan Desember 2016. (nat/bnisyariah/dbs)

 


Back to Top