Gandeng Pemerintah Prancis, OKI Gelar Pertemuan Gabungan untuk Program Pelestarian Warisan Budaya Islam

gomuslim.co.id- Warisan budaya Islam di Negara-negara dunia begitu penting untuk terus dijaga kelestariannya. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Organisasi Kerjasama Islam (OKI) bekerja sama dengan Pemerintah Prancis dengan menggelar pertemuan gabungan pertama di Jeddah, Arab Saudi baru-baru ini.

Pertemuan dua hari itu mencakup ahli-ahli dari OKI, institusi budaya Saudi dan PBB serta perwakilan negara-negara OKI. Dalam sambutannya, Asisten Sekjen OKI, Hesham Youssef mengungkapkan tentang pentingnya bisa melindungi harta karun di dunia Islam.

“Untuk mencapai tujuan perlindungan warisan budaya ini, kami meminta pengembangan program budaya dan pendidikan. OKI sangat ingin memainkan peran yang lebih proaktif, melindungi dan melestarikan warisan budaya Islam yang tentu ada di berbagai belahan dunia,” ujar Youssef seperti dilansir dari publikasi Arab News, Senin (15/5/2017).

Menurutnya, penekanan itu bertujuan memastikan negara-negara OKI, untuk bisa meninjau peraturan yang berhubungan dengan konservasi, pemulihan dan restitusi warisan budaya. Hal itu juga untuk memastikan semua langkah yang dilakukan sesuai instrumen dari hukum internasional.

Selain itu, penelitian, program pendidikan, pelatihan dan pameran budaya jadi tujuan lain yang hendak dicapai atas kerjasama yang terjalin. “Semuanya dilakukan demi menjadikan perlindungan warisan budaya sebagai faktor keamanan dan perdamaian utama di dunia Islam,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Konsul Jenderal Prancis dan Utusan Khusus untuk OKI, Patrick Nicolosi mengatakan, walau Prancis bukan anggota OKI ia memiliki hubungan historis yang kuat. Karenanya, ia merasa melestarikan warisan budaya sangat penting bagi OKI dan dunia secara keseluruhan.

"Sangat penting untuk melestarikan kenangan rakyat sebagai bagian dari budaya mereka, selalu ingat masa lalu anda, budaya anda dan jaga itu tetap hidup," kata Nicoloso.

Sekadar informasi, Organisasi Kerjasama Islam awalnya bernama Organisasi Konferensi Islam (OKI). OKI adalah sebuah organisasi internasional dengan 57 negara anggota yang memiliki seorang perwakilan tetap di Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dibentuk setelah para pemimpin sejumlah negara Islam mengadakan Konferensi di Rabat, Maroko, pada tanggal 22 sampai 25 September 1969, dan menyepakati Deklarasi Rabat yang menegaskan keyakinan atas agama Islam, penghormatan pada Piagam PBB dan hak asasi manusia.

Pembentukan OKI semula didorong oleh keprihatinan negara-negara Islam atas berbagai masalah yang diahadapi umat Islam, khususnya setelah unsur Zionis membakar bagian dari Masjid Suci Al-Aqsa pada tanggal 21 Agustus 1969.

Pembentukan OKI antara lain ditujukan untuk meningkatkan solidaritas Islam di antara negara anggota, mengoordinasikan kerja sama antarnegara anggota, mendukung perdamaian dan keamanan internasional, serta melindungi tempat-tempat suci Islam dan membantu perjuangan pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat. OKI saat ini beranggotakan 57 negara Islam atau berpenduduk mayoritas muslim di kawasan Asia dan Afrika.

Sebagai organisasi internasional yang pada awalnya lebih banyak menekankan pada masalah politik, terutama masalah Palestina, dalam perkembangannya OKI menjelma sebagai suatu organisasi internasional yang menjadi wadah kerja sama di berbagai bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan ilmu pengetahuan antar negara-negara muslim di seluruh dunia. (njs/arabnews/dbs)


Back to Top