Catatkan Laba pada Kuartal I 2017, Ini Strategi Bank Syariah Mandiri

gomuslim.co.id- Sejumlah perbankan syariah nasional mencatatkan pertumbuhan positif pada tiga bulan pertama tahun 2017. Salah satunya adalah PT Bank Syariah Mandiri (BSM). Anak perusahaan dari Bank Mandiri itu membukukan laba bersih pada kuartal I 2017 sebesar Rp 90,26 miliar.

Capaian tersebut tumbuh 19,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016 yaitu sebesar Rp 75,72 miliar. Menurut Direktur BSM Choirul Anwar, pertumbuhan ini ditopang antara lain oleh perbaikan kualitas pembiayaan, pengembalian aset-aset yang dihapus buku, meningkatnya pendapatan komisi atau fee based income, serta pengendalian biaya operasional.

"Manajemen BSM fokus pada tiga strategi yakni perbaikan kualitas aktiva produktif dan optimalisasi recovery, peningkatan bisnis secara sustain (berkelanjutan), serta peningkatan produktivitas dan efisiensi. Alhamdulillah strategi yang ditetapkan membuahkan hasil," ujarnya di Jakarta, Senin (15/5/2017).

Pada kuartal I 2017, BSM melakukan penghematan biaya Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) dari perolehan aset yang dihapus buku sebesar Rp 123 miliar. Pendapatan berbasis komisi tumbuh menjadi Rp 256 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 200 miliar atau tumbuh 28,19 persen.

Di sisi lain, biaya operasional yang diindikasikan dengan rasio BOPO dapat dikendalikan, menurun 0,6 persen menjadi 93,67 persen dari sebelumnya 94,27 persen. Pembiayaan tumbuh 9,14 persen secara tahunan (yoy) dari Rp 50,78 triliun pada kuartal I 2016 menjadi Rp 55,42 triliun pada kuartal I 2017.

Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 12,47 persen (yoy) dari Rp 63,16 triliun menjadi Rp 71,04 triliun pada kuartal I 2017 dengan dana murah sebesar Rp 35,43 triliun atau 49,88 persen dari total DPK.

Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 12,47 persen (yoy) dari Rp63,16 triliun menjadi Rp71,04 triliun dengan dana murah sebesar Rp35,43 triliun atau 49,88 persen dari total DPK.

Peningkatan aset antara lain ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 12,47 persen (yoy) semula Rp63,16 triliun per Maret 2016 menjadi Rp71,04 triliun per Maret 2017. Dana murah BSM berupa giro dan tabungan mengomposisi hampir separuh dari total DPK atau sebesar Rp35,43 triliun. Sementara itu total rekening dana mencapai 6,63 juta.

Dari total DPK, giro naik 35,05 persen semula Rp5,63 triliun per Maret 2016 menjadi Rp7,61 triliun per Maret 2017, tabungan tumbuh sebesar 14,69 persen semula Rp24,26 triliun per Maret 2016 menjadi Rp27,82 triliun per Maret 2017. Adapun Deposito tumbuh 7,02% semula Rp33,27 triliun per Maret 2016 menjadi Rp35,60 triliun per Maret 2017.

Aset tumbuh sebesar 11,83 persen (yoy) dari Rp 71,55 triliun menjadi Rp 80,01 triliun pada kuartal I 2017. BSM juga melaporkan peningkatan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 1,01 persen dari 13,39 persen per Maret 2016 menjadi 14,40 persen pada Maret 2017.

Untuk perbaikan kualitas pembiayaan, BSM menurunkan rasio Non Performing Financing (NPF Nett) semula 4,32 persen di Maret 2016 menjadi 3,16 persen di Maret 2017. Adapun NPF Gross membaik dari 6,42 persen per Maret 2016 menjadi 4,91 persen per Maret 2017. (njs/bsm/dbs)

 


Back to Top