Tingkatkan Kualitas Layanan Publik, Menag Resmikan 12 Balai Nikah dan Manasik Haji KUA di Sulawesi Tengah

gomuslim.co.id- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan 12 Balai Nikah dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama (KUA) di Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (15/05/2017). Peresmian ini sejalan dengan tekad Kementerian Agama (Kemenag) untuk terus berusaha meningkatkan kualitas layanan publik.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti pada Pembinaan ASN Kementerian Agama Se Provinsi Sulawesi Tengah di Palu. Dalam sambutannya, Menag mengatakan bahwa peran KUA ke depan semakin penting dalam pembinaan keluarga sakinah. Menurutnya, objek pendidikan ke depan tidak hanya fokus pada anak, tapi juga orang tua.

Menag menegaskan bahwa pendidikan anak jelas tidak bisa ditinggalkan. Tapi, harus ditambah dengan pendidikan atau pengetahuan orang tua. "Banyak sekali kasus-kasus kriminalitas, kasus-kasus yang kita bisa jumpai di media massa kita, berbagai macam masalah yang muncul di masyarakat itu karena keterbatasan wawasan pengetahuan orang tua dalam membina keluarga dalam mendidik anaknya," ujarnya.

"Apalagi, di tengah kehidupan yang semakin kompetitif seperti sekarang ini, persaingan dan tekanan beban hidup semakin luar biasa besar dan kerasnya," tambahnya.

Maka, tegas Menag, wawasan orang tua semakin diperlukan dalam membesarkan anaknya. Menag berharap, keberadaan balai nikah dan manasik haji dapat meningkatkan peran Kemenag dalam memberikan pendidikan keluarga bagi orang tua dan anak.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut, Rektor IAIN Palu Zainal Abidin, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Mohsen serta Kakanwil Sulawesi Tengah Abdulah Latupada dan ASN Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah.

Adapun 12 KUA yang diresmikan oleh Menag adalah KUA Kecamatan Lage,KUA Kecamatan Poso Pesisir, KUA Kecamatan Luwuk, KUA Kecamatan Banawa, KUA Kecamatan Palu Utara. KUA Kecamatan Ampana Tete, KUA Kecamaran Bungku Barat, KUA Kecamatan Petasia, KUA Kecamatan Parigi, KUA Kecamatan Moutong, KUA Kecamata Dolo dan KUA Kecamata Tingankung.

Selain itu, Menag juga mengapresiasi Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah atas inisiasi program berbasis kebutuhan masyarakat. Apresiasi ini disampaikan Menag saat memberikan pengarahan pada Pembinaan ASN Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah di Palu.

Program yang dimaksud Menag adalah kegiatan di luar DIPA yang muncul untuk merespon kebutuhan masyarakat. "Program pengembangan pembinaan majelis taklim, pengajian, kursus atau pendidikan memandikan jenazah, saya pikir ini sangat strategis dan penting," kata Menag.

"Latihan yang nampaknya sederhana tapi kalau tidak ada yang peduli di antara kita, maka itu menjadi kewajiban. Meski sifatnya Fardhu Kifayah dalam memandikan jenazah, harus ada yang bisa memandikan jenazah di antara kita," sambungnya.

Menag berharap program semacam ini terus dikembangkan. Menag meminta agar Kanwil tidak hanya melakukan program yang bersifat dukungan, tapi juga fokus dalam pengembangan yang sesuai kebutuhan masyarakat. (njs/kemenag/dbs)


Back to Top