Jadi Budaya Suku Hui, Begini Kungfu ala Muslim dari China

gomuslim.co.id- Kungfu merupakan seni bela diri asli China. Olahraga ini mengalami perkebangan yang cukup pesat dari masa ke masa. Bahkan, sejumlah nama seperti Wong Fei Hung, Bruce Lee, atau Jackie Chan begitu akrab di masyarakat dari berbagai nergara. Mereka adalah nama-nama legendaris dalam dunia kungfu.

Kungfu sangat tersohor berkembang di lingkungan kuil Buddha. Kungfu memang lahir dan berkembang di kalangan para biksu. Tapi siapa menyangka, kungfu juga berkembang dan menjadi bagian budaya suku Hui, warga China pemeluk Islam.

Bahkan suku Hui memberi andil dalam perkembangan dan penyebaran kungfu. Gerakan yang diciptakan komunitas muslim menjadi dasar dalam kungfu kontemporer, yaitu jurus 'tantui'.

Gerakan ini awalnya terdiri atas 28 tahap, mengikuti jumlah huruf hijaiyah. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, kini dilebur menjadi 10 gerakan.

Cerita tentang kungfu muslim ini membawa tim Jazirah Islam ke Kota Zhoukou di Provinsi Henan, China. Di sini, kungfu atau biasa disebut xin yi liuhe quan sudah menjadi tradisi ratusan tahun lamanya. Xin yi tidak mengenal umur dan jenis kelamin. Laki-laki, perempuan, tua, muda, semua bergelut dengan seni bela diri yang sudah mendarah daging ini.

Salah satunya adalah Zhou Jin Ji, yang sudah mendalami kungfu selama 17 tahun. Zhou Jin Ji cukup terkenal di kota ini. Karena meski perempuan, ia sangat mahir kungfu.

Bekal inilah yang membuat dia menjadi guru dan akhirnya setahun yang lalu mendirikan sekolah kungfu miliknya sendiri. Di halaman masjid tertua di Kota Zhoukou ini, Zhou Jin Ji bersama 40 muridnya biasa berlatih.

"Ayah saya seorang ahli kungfu. Jadi saya tertarik pertama kali karena ayah saya. Awalnya ayah saya tidak mengizinkan saya berlatih kungfu. Namun, karena melihat saya sangat menyukai kungfu, akhirnya ayah mengirim saya ke sekolah kungfu," ungkap Zhou.

Meski seringkali ia hanya satu-satunya muslim yang mengikuti kompetisi, hal ini tidak menghalangi dan menyurutkan semangat perempuan berumur 28 tahun ini. Beruntung, teman-temannya mendukung dan tidak ada satu pun perlakukan tidak enak yang ia terima.

Sebagai informasi, suku Hui adalah salah satu suku dari lima suku terbesar di Republik Rakyat Tiongkok. Suku ini memeluk agama Islam dan tersebar di hampir seluruh provinsi di Tiongkok. Dengan jumlah total sekitar 10 juta, tepatnya 9.816.802, Suku Hui merupakan salah satu yang dianggap penting oleh pemerintah Tiongkok dan pemeluk agama Islam dan tersebar di hampir seluruh provinsi di Tiongkok. Namun, terkonsentrasi di Ningxia, Hainan, Gansu, Yunnan dan Qinghai. Ningxia sendiri adalah daerah otonomi bagi suku muslim Hui.

Suku Hui sendiri adalah hasil asimilasi dan merupakan keturunan dari suku Han dengan bangsa Persia dan Arab sejak zaman Dinasti Tang. Sekitar abad ke-7, para pedagang Persia dan Arab mulai memenuhi kantung-kantung perdagangan Tiongkok. Yang datang melalui Jalan Sutra, biasanya menetap di Chang'an dan sekitarnya, sedangkan yang datang melalui jalan laut menetap di daerah Quanzhou dan Zhangzhou di pesisir Fujian. Mereka inilah kemudian berasimilasi dengan suku Han dan menurunkan suku Hui yang sekarang tersebar di seluruh Tiongkok ini.

Secara fisik, suku Hui tidak berbeda dengan suku Han; yang berbeda hanya cara hidup mereka yang beragama Islam, menjalankan syariah Islam namun bergaya Konfusianis. Hal ini membedakan mereka daripada suku Uygur, yang sama-sama memeluk agama Islam namun lebih bernafaskan Islam Asia Tengah. (njs/dbs)

 


Back to Top