KBRI Afghanistan Gelar Pertemuan Ulama Bahas Toleransi dan Islam Moderat di Indonesia

gomuslim.co.id- Keragaman agama di Indonesia dikenal dengan toleransinya. Berangkat dari hal itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kabul, Afghanistan menggelar pertemuan para ulama se-Afghanistan untuk saling mendengarkan, bercerita, dan belajar soal kehidupan keberagamaan di Indonesia yang digelar pada 15 sampai 16 Mei 2017.

Perteemuan itu juga bertujuan memupuk rasa persaudaraan sesama Muslim, serta pentingnya membangun persatuan, kesatuan dan kesadaran akan perdamaian. Maka,  KBRI mengundang dua ulama dari Indonesia untuk berbagi wawasan mengenai keIslaman di Indonesia.

Duta Besar RI untuk Afghanistan, Mayjen TNI (Purn) Arief Rachman mengatakan bahwa pihaknya sering mengundang ulama Indonesia untuk memberikan pengalaman mengenai Islam Indonesia yang moderat dan toleran.

Pada kesempatan kali itu, KBRI mengundang 150 ulama yang terdiri dari 100 ulama laki-laki dan 50 ulama perempuan dari seluruh provinsi di Afghanistan, namun pada saat acara peserta yang datang melebihi 150 orang.

Arief mengatakan hal itu dikarenakan mereka ingin belajar mengenai Islam di Indonesia yang umatnya dapat hidup damai dan berdampingan dengan agama dan beratus-ratus suku lainnya.

“Mereka ulama Indonesia, hanya berbagi pengalaman saja, tidak ada intervensi kepada mereka. Jika mereka merasa cocok mereka boleh mengadopsi konsep-konsep Islam di Indonesia,” ujarnya.

Pertemuan semacam ini rutin dilakukan setahun sekali, Indonesia juga sering mengundang ulama Afghanistan untuk belajar langsung ke Indonesia mengenai Islam yang toleran dan konsep Pancasila.

Hal tersebut adalah salah satu cara Indonesia membantu mereka untuk mendorong perdamaian dengan menggunakan pendekatan kultur. Indonesia sebagai bagian masyarakat dunia harus mengambil bagian untuk mewujudkan perdamaian di Afghanistan.

“Kami di sini selalu menyampaikan kepada mereka bahwa kita dan masyarakat Afghanistan bersaudara, begitu juga dengan negara lain,” tukasnya.

Afganistan adalah sebuah negara di persimpangan Asia. Umumnya dianggap sebagai bagian dari Asia Tengah, kadang-kadang dianggap berasal dari sebuah blok regional baik di Asia Selatan atau Timur Tengah, karena memiliki hubungan budaya, etnolinguistik, dan geografis dengan sebagian besar tetangganya. (nat/dbs)

 


Back to Top