Hidup Harmonis dengan Warga Lokal, Pemerintah China Apresiasi Warga Muslim Indonesia di China

gomuslim.co.id- Umat Islam asal Indonesia mendapat apresiasi positif dari pemerintah China karena bisa hidup berdampingan dengan penduduk setempat. Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying beberapa waktu lalu. Menurutnya, muslim Indonesia bahagia berada di China.

Hal demikian disampaikan untuk menanggapi Presiden Joko Widodo yang merasa bahagia karena umat Islam asal Indonesia yang berada di China diperhatikan dan diperlakukan dengan baik oleh pemerintah setempat. "Tentu kami sangat senang jika muslim Indonesia bisa harmonis (hidup berdampingan) dan bahagia di China," kata Hua di Beijing, Selasa, (16/05/2017).

Selain itu, Hua menuturkan bahwa masjid-masjid di China mendapatkan perhatian yang sangat baik dari pemerintah setempat. Dia merasakan bahwa etnis di China yang jumlahnya mencapai 56 golongan bisa hidup berdampingan antara satu dengan yang lain.

"Umat Islam menjadi salah satu bagian terpenting dari penduduk China dan mereka setara dengan kelompok-kelompok yang lain," tambahnya. Pemerintah China, lanjut dia, juga menyambut baik masyarakat Indonesia di negara berpenduduk terbesar di dunia itu.

Dalam "press briefing" harian, Hua mengatakan bahwa Presiden Xi Jinping menganggap hubungan China dengan Indonesia sangat spesifik. "Kami berharap hubungan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat di kedua negara," ujarnya.

Di sela-sela menghadiri KTT Jalur Sutera dan Sabuk Maritim Baru untuk Kerja Sama Internasional (Belt and Road Forum) di Beijing, Minggu (14/5), Presiden Jokowi menyempatkan diri untuk berkunjung ke Masjid Niujie.

"Saya sangat senang dan bahagia bahwa umat Muslim Indonesia yang berada di Tiongkok ini sangat didukung dan diberikan ruang yang sangat baik oleh pemerintah Tiongkok," ujar Jokowi setelah bertemu Presiden Asosiasi Muslim RRC Yang Faming di kompleks masjid tertua dan terbesar di Beijing itu.

Jokowi menyampaikan apresiasi terhadap Imam Masjid, Ketua Asosiasi Islam-Tiongkok dan tokoh muslim atas pelayanan terhadap umat muslim Indonesia yang berada di Beijing. Saat berada di lingkungan masjid, Jokowi juga berziarah ke makam dua ulama yang berperan penting dalam dakwah Islam di Beijing yakni Syaikh Ali bin al-Qadir Imaduddin Bukhari dan Syaikh al-Burthoni al-Qazwayni.

Jokowi juga menyerahkan kaligrafi surat Al-Fatihah khas Mushaf Nusantara, kopiah, dan sarung untuk mengenalkan tradisi dan kekhasan Islam Indonesia.

Seusai berbincang dengan Imam Masjid Niujie, Imam Ali, Jokowi mengatakan bahwa hubungan Indonesia dengan Tiongkok sudah terjalin sejak lama.

"Ternyata hubungan dengan tiongkok dimulai pada abad 15 lalu ketika muslim Tiongkok berdagang, mendarat di Lasem, di Palembang. Sehingga hubungan antara Tiongkok dan kita itu sudah cukup lama," kata Jokowi.

Sekadar informasi, Masjid Niujie dibangun pada tahun 966 M di masa Dinasti Liao (916-1125). Masjid tersebut merupakan pusat komunitas Muslim di Beijing yang jumlahnya mencapai 250 ribu jiwa. (njs/dbs)

 


Back to Top