Bayar Pajak Via Online Kini Bisa Lewat BRI Syariah

gomuslim.co.id- Perbankan syariah nasional kini mulai merambah sektor baru layanan pembayaran untuk masyarakat. Baru-baru ini, BRI Syariah ditunjuk Direktorat Jendral Perbendaharaan Negara Kementerian Keuangan untuk menjadi bank penerima pajak negara secara elektronik melalui Modul Penerimaan Negara (MPN) generasi kedua.

Acara tersebut dikukuhkan melalui penyerahan Penandatanganan Kerja Sama (PKS) yang dilakukan BRI Syariah diwakili oleh Direktur Operasional, Wildan dan Kementerian Keuangan RI yang diwakili oleh Direktur Pengelolaan Kas Negara Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara, Rudy Widodo. Acara langsung seremoni peresmian MPN G2 tersebut diselenggarakan di kantor pusat BRI Syariah pekan lalu.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan simbolisasi transaksi oleh Kementerian Keuangan RI melalui teller BRI Syariah sebagai tanda BRI Syariah telah resmi sebagai bank penerima pajak Negara secara elektronik melalui MPN G2.

BRI Syariah telah siap mendukung implementasi Modul Penerimaan Negara (MPN G2) ini dengan menyediakan layanan bagi seluruh nasabahnya, baik nasabah korporasi maupun perorangan. Modul penerimaan negara generasi kedua (MPN G2) merupakan layanan BRI Syariah dalam menerima setoran penerimaan negara dari wajib pajak setiap hari kerja tanpa melihat nilai nominal pembayaran.

“Acara seremoni hari ini menandai bahwa kami telah resmi menjadi bank persepsi yang melaksanakan sistem penerimaan negara secara elektronik. Dengan MPN G2 ini, akan memberikan kemudahan kepada nasabah dalam melakukan pembayaran pajak secara online serta tidak perlu khawatir akan terjadinya penyimpangan dalam membayar kewajibannya, layanan ini tersedia bagi nasabah korporasi maupun perorangan dan yang paling menarik BRI Syariah tidak mengenakan biaya untuk layanan ini,” jelas Wildan.

Dia mengatakan melalui MPN G2, yang dibayarkan melalui teller, nasabah BRI Syariah sudah terkoneksi dengan Cash Management System (CMS) BRI Syariah juga bisa langsung melakukan pembayaran melalui CMS. "Ke depan BRI Syariah juga akan membangun pembayaran MPN G2 ini melalui MobileBRIS,” jelasnya.

Acara tersebut juga dihadiri Direktur Bisnis Ritel & Komersial Indra Praseno, Direktur Kepatuhan, Agus Katon Eko S, dan Direktur Bisnis, Hilman Purakusumah. Sedangkan dari Kementerian Keuangan RI, ada Kasubdit Pengelolaan Kas Negara Direktorat Jendral Perbendaharaan Negara, Indra Soeparjanto, dan Kepala Seksi Pengelolaan Rekening Penerimaan PKN Direktorat Jendral Perbendaharaan Negara, Teguh Subarkah.

Sebagai tambahan, BRI Syariah mencetak kinerja positif sepanjang kuartal I tahun 2017, di tengah kondisi perekonomian yang masih fluktuatif. Perseroan membukukan aset sebesar Rp28,51 Triliun atau meningkat sebesar 17,46% apabila dibandingkan kuartal I tahun sebelumnya yang sebesar Rp24,27 Triliun.

Kontribusi peningkatan aset BRI Syariah masih bertumpu pada penyaluran pembiayaan. Dimana Pembiayaan sebesar Rp17,98 Triliun atau meningkat sebesar 6,45% dari Rp16,89 Triliun.

Segmentasi pembiayaan yang menjadi fokus penyaluran masih pada segmen mikro dan konsumer, serta tetap mendorong segmen lainnya untuk terus berkembang. "Hingga akhir tahun nanti, kami perkirakan pembiayaan berada di angka Rp25 triliun," ujar Direktur Operasional BRI Syariah Wildan.

Dalam penghimpunan dana, pada kuartal I 2017 BRI Syariah telah menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp23,01 triliun atau meningkat sebesar 13,45% dari Rp20,28 Triliun. "Adapun laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp45,39 miliar," imbuh dia.

Terkait prospek 2017, perseroan akan fokus pada pembiayaan value chain BUMN dan industri terkait infrastruktur. Dia menuturkan, kerja sama dengan berbagai instansi pemerintah pun menjadi sasaran di Tahun 2017 untuk digarap. Selain itu, peningkatan teknologi terus dilakukan terhadap produk-produk yang telah ada untuk meningkatkan layanan terhadap nasabah.

Terlebih, peningkatan terhadap layanan haji terus dioptimalkan serta memberikan kemudahan akses bagi calon jamaah haji terkait penukaran Saudi Arabia Riyal (SAR) untuk kebutuhan selama menunaikan ibadah Haji.

Sementara itu, sejak diluncurkan pada bulan Maret 2017, penyaluran KUR Syariah telah mencapai Rp86,9 miliar yang dinikmati oleh 3.873 orang. KUR Syariah dinikmati oleh nasabah dari berbagai daerah di Indonesia dengan penyerapan KUR di Jawa, Sumatera, Sulawesi (9%), Kalimantan (7,7%), NTB (5,7%) dan Bali (0,7%).

Pihaknya pun optimistis, penyaluran KUR Syariah dapat tersalurkan dengan cepat sesuai plafon yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp500 miliar. (njs/brisyariah/dbs)


Back to Top