Begini Cara Unik Hijaber dan MasterChef AS Ubah Stigma Islamphobia dengan Makan Malam

gomuslim.co.id- Stigma Islamphobia masih menjadi permasalahan di beberapa negara yang minoritas Islam, namun umat Muslim tak kehabisan cara untuk meredakan permasalahan itu. Salah satunya yang dilakukan oleh Amanda Saab. Muslimah yang kini menjadi sorotan, memiliki cara unik untuk memecahkan Islamphobia, yakni dengan cara memasak.

Wanita asal Detroit itu memang sudah banyak diberitakan media massa karena berkompetisi di Fox's MasterChef. Amanda merupakan wanita muslim berhijab pertama yang mengikuti kompetisi tersebut, seperti yang dilansir dari NBC News.

Dia yang juga dikenal sebagai blogger ini kembali menjadi sorotan karena berusaha melawan Islamophobia melalui masakannya. Ia bersama suaminya, Hussein, selama lebih dari setahun mengundang banyak orang makan malam di rumahnya. Tidak hanya para kerabat, rekan kerja, atau teman dekat, ia juga mengajak banyak tetangga serta orang asing untuk makan malam di rumahnya.

Namun ada yang aneh dengan cara Amanda, terkait hubungan Islamphobia dengan makan malam. Bagaimana bisa makan malam membantu untuk meredakan Islamophobia? Sebenarnya bukan makan malam biasa namun Amanda selalu membuka percakapan terbuka tentang Islam.

Dirinya juga senang berdiskusi mengenai rasanya menjadi Muslim di Amerika Serikat saat ini. Tujuan dari makan malam ini memang untuk menciptakan hubungan baru, membuka percakapan tentang iman, dan memberikan kesempatan kepada para tetangga untuk menanyakan apa pun yang mereka inginkan mengenai Islam. 

Awal ide makan malam ini diakui Amanda tercetus ketika ia melihat berita yang menggambarkan Islam secara negatif. Kemudian ia merasa harus bertindak, satu aksi kecil diharapkan bisa membantu meredakan Islamophobia. Dengan hobi masaknya, Amanda pun ingin menunjukkan bahwa Islam itu ramah dan terbuka. Ia juga berkampanye lewat hashtag #DinnerWithYourMuslimNeighbor.

Pada Januari 2016 ia memulai makan malamnya yang pertama bersama rekan kerja, teman, dan beberapa orang asing di rumahnya. Mereka memiliki latar belakang dan agama berbeda-beda. Amanda dan suami mengaku menikmati diskusi soal Muslim sambil makan malam dengan berbagai karakter orang.

"Bagi kami, secara kulitural dan religius, sangat penting bersikap ramah dan memperlakukan orang lain dengan hormat. Jadi kita mulai bersikap ramah dengan kebutuhan utama setiap orang yakni makanan, namun kita tidak hanya memberi makan perut kita tapi juga memberikan nutrisi pada pikiran kita," ujar Amanda. (nat/nbcnews/dbs)


Back to Top