Forum Diskusi Islam: Tebar Dakwah Kebaikan di Media Sosial dan Media Mainstream

gomuslim.co.id- Arus informasi terkait berita yang uptodate terbaru mulai beralih tempat ke media sosial (medsos). Berbagai himbauan juga telah disampaikan agar pengguna medsos dapat dengan bijak mengupload konten berita  yang sesuai dengan norma.

Peran medsos juga sangat penting dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah Islam. Karenanya, disarankan kepada ummat Islam pengguna medsos agar melakukan tabayyun (konfirmasi ulang) sebelum menyebar dan menyerap informasi dari media berbasis online.

Pendapat tersebut mengemuka dalam diskusi publik "Kebebasan Berekspresi antara Media Sosial dan Media Mainstream Secara Aman dan Nyaman Dari Sisi Hukum". Workshop digelar oleh Forum Diskusi Islam di Denpasar, pada Minggu (21/05/2017).

Direktur Pusat Advokasi Hukum dan Hak Azasi Manusia (PAHAM) Cabang Bali sekaligus wartawan senior Ahmad Baraas mengatakan saat ini media sosial seperti mata pisau, yang satu sisinya memberikan manfaat, sedangkan sisi lainnya bisa membahayakan.

“Karenanya, bermainlah di medsos dengan mengikuti rambu-rambu yang ada, agar tetap nyaman dan aman," kata Ahmad.

Dia menyebutkan saat ini banyak masyarakat yang kurang paham penggunaan medsos sehingga kerap kali melangar rambu-rambu dan undang-undang. Sehingga, tidak sedikit pengguna medsos yang tersandung masalah hukum, harus berurusan dengan polisi atau penegak hukum.

Selain di medsos, media mainstrem juga bisa dijadikan sarana dakwah penyebaran informasi terkait berita Islam. “Menggunakan media mainstream sebagai saranan dakwah jauh lebih aman, karena ada rambu-rambu yang jelas dan harus ditaati oleh pengelolanya, yakni UU nomor 40 tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik,” tandasanya.

Media mainstream memiliki editor, yang bertugas memeriksa kelayakan tayang setiap berita, di antaranya memeriksa kepatutannya dari sisi moral dan sosial.

Namun peran media sosial perlu ditingkatkan dalam dakwah. Karena media sosial merupakan tempat yang paling bebas yang dimiliki setiap orang untuk mengekspresikan isi hainya. Dapat dikatakan medsos adalah tempat yang paling jujur, tempat tanpa editing terhadap aspirasi yang dikemukakan.

Hal yang diperlukan adalah kehati-hatian. Jangan sampai apa yang diekspresikan menabrak rambu-rambu. Penggunaan media sosial belum juga belum diatur dalam UU khusus. Namun, yang biasanya dijadikan rujukan atau rambu-rambu bermain di medsos adalah UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (nat/dbs)


Back to Top