Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Dompet Dhuafa Gelar Pentas Budaya 'Senandung Cinta dari Ajaran Sunan Kalijaga'

gomuslim.co.id- Dompet Dhuafa bekerjasama dengan sejumlah cendekiawan muslim dan budayawan Indonesia menggelar sajian budaya bertajuk Senandung Cinta untuk Negeri 1001 Budaya. Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ini digelar di Rumah Budaya Nusantara Puspo Budoyo, Minggu (21/05/2017).  

Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi Drg Imam Rulyawan mengatakan bahwa budaya merupakan salah satu media yang cepat dan tepat dalam menyebarkan dakwah Islam di bumi Nusantara. Melalui kegiatan ini, kata dia, Dompet Dhuafa membawa misi untuk mengajak stakeholder, masyarakat, dan elemen bangsa untuk memahami, mempelajari dan implementasikan ajaran Sunan Kalijaga.

“Salah satunya saat mendakwahkan Islam, beliau berhasil membuat menu sejumlah 365 menu. Artinya dalam setahun, beliau membuat satu menu setiap harinya. Hal ini menunjukan bahwa dengan dakwah melalui budaya, maka kedaulatan pangan terwujud,” ujarnya kepada gomuslim.

Lebih lanjut, Imam menjelaskan bahwa hari ini kedaulatan bangsa Indonesia dalam berbagai hal mulai menurun. Menurutnya, dengan kembali kepada budaya, mengambil intisari ajaran sunan kalijaga, maka kita entaskan kemiskinan di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, budaya, dan iman dan takwa.

“Bidang budaya menjadi pintu masuk untuk memutus setan di lingkaran kemiskinan tadi. Dengan memahami 3 N. Niteni yaitu mengamati. Niroke yaitu meniru, dan Nambahi yaitu menambahkan. Jadi budaya di Indonesia ini udah sangat bagus. Dakwah melalui budaya kita hanya menyempurnakan saja agar bangsa kita kembali menjadi bangsa yang berdaulat,” ungkapnya.

Ia mengatakan Dompet Dhuafa sebagai lembaga amil zakat, sosial, kemanusiaan dengan tiga misi utama yaitu membela, melayani dan memberdayakan kaum dhuafa ingin melalui pendekatan budaya. “Mudah-mudahan masyarakat bisa menyadari bahwa bagian hari ini adalah bagian dari langkah-langkah panjang untuk mengembalikan Indonesia khususnya dakwah Islam Rahmatan lil Alamin dengan pendekatan budaya,” tutupnya.

Selain itu, kegiatan sajian budaya ini juga menjadi momentum peluncuran Jejaring Mocopat Nusantara. Lewat kolaborasi tersebut, Dompet Dhuafa berusaha merawat budaya leluhur bangsa di era milenai, yang kental sebagai penguat dakwah. Seperti yang terpesan di sejarah Wali Songo dalam menebarkan Islam di tengah masyarakat.

"Sebagai lembaga penggerak masyarakat yang mentransformasikan nilai-nilai kebaikan, Dompet Dhuafa mengajak seluruh elemen mewujudkan kebangkitan seni mocopatan, sehingga kita akan tetap menjadi bangsa yang bermartabat dalam menanamkan nilai-nilai agama melalui dakwah dengan pendekatan budaya," kata Parni Hadi, Ketua Dewan Pembina dan Pendiri Dompet Dhuafa.

Kegiatan diisi dengan pementasan seni drama musikal, dongeng ceria, dan berbagai layanan gratis dari program pemberdayaan Dompet Dhuafa lain yang bekerjasama dengan Pustaka Iman. Diluncurkan pula sejumlah buku terkait dakwah penyebaran Islam melalui pendekatan budaya, seperti buku berjudul Islam Mencintai Nusantara, Jalan Dakwah Sunan Kalijaga: Tafsir Suluk Kidung Kawedar karya budayawan Bambang Wiwoho.

Dalam hal ini, Dompet Dhuafa melihat banyak budayawan yang hari ini masih menegakkan kearifan budaya negeri melalui kearifan yang dimiliki, tapi harus berjuang dengan kondisi kekurangan. Sehingga kegiatan ini tidaklah sebatas menghadirkan berbagai kemeriahan. Tetapi juga dalam upaya intervensi zakat untuk membuka belenggu kemiskinan.

Dalam pandangan Dompet Dhuafa, kemiskinan ada pada lima isu, yaitu Ekonomi, Kesehatan, Pendidikan, Sosial budaya, dan Iman Taqwa. Kelima isu inilah yang mewakili dari semangat merawat budaya sekaligus tanda dimulainya gerakan #Zakat360 dalam intervensi manfaat Zakat yang dikelola oleh Dompet Dhuafa. Spirit pemberdayaan dengan pendekatan 5 dalam 1 dan 1 dalam 5. Semenjak charity dilayani, potensi mustahik dikembangkan, hingga aset mustahik pun diberdayakan. (njs)

   


Back to Top