Festival Basmala 2017 : Pentingnya Menguatkan Iman dalam Hadapi Akhir Zaman

gomuslim.co.id- Kemajuan zaman yang begitu pesat semakin memudahkan manusia dalam menjalani roda kehidupan. Namun, hal ini justru menjadi tantangan bagi setiap muslim dalam mempertahankan keimanan. Bekal ilmu dan amal shaleh menjadi dua hal yang penting untuk dipersiapkan dalam menghadapi bahtera kehidupan akhir zaman.

Demikian salah satu simpulan dari acara  grand seminar bertajuk Siapkan Dirimu Wahai Orang Beriman. Kegiatan yang menjadi rangkaian Acara Festival Basmala 2017 ini digelar di Universitas Bakrie, Minggu (21/05/2017). Konsultan Media Dakwah di Transmedia, Ustadz Haikal Hassan dan aktor sekaligus presenter David Chalik didaulat menjadi narasumber utama pada acara ini.

Dalam pemaparannya, Ustadz Haikal Hassan menuturkan akhir zaman memang sekarang sudah terjadi. Namun, yang dimaksud akhir zaman di sini bukanlah selesainya urusan dunia. Karena manusia tidak pernah tahu apakah ada kehidupan manusia lain di bumi lain yang Allah SWT ciptakan.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita bertahan dengan status keislaman, mempertahankan iman di tengah goncangan godaan menerpa. Makanya Rasulullah SAW paling khawatir dengan syirik kecil seperti riya dari orang muslim yang bakal muncul di akhir zaman. Riya yaitu adanya niatan lain selain memuliakan Islam,” ujarnya.  

Ia juga menjelaskan bahwa tentang kemungkinan bumi lain yang Allah SWT ciptakan di alam semesta ini selalu dibacakan dalam shalatnya orang Islam. “Dalam shalat kita sering membaca Mil ussamawati wa mil ul ardi wa mil u’masyi’ta. Dari langit-langit, bumi, dan apa pun yang ada diantaranya. Jadi bahasa orang shalat ini sesungguhnya telah menembus bahasa langit, atau antariksa,” paparnya.

Di sisi lain, kata dia, pesatnya perkembangan teknologi harus betul-betul dimanfaatnya umat Islam untuk mensyiarkan dakwah ke seluruh penjuru dunia. “Kita lihat saat ini di kota orang-orang lebih banyak pergi ke mal-mal daripada ke tempat kajian atau pengajian. Tapi jangan lupa, mereka yang senang dengan dunia seperti itu pasti punya android. Manfaatkan itu sebagai senjata berdakwah,” katanya.

Menurutnya, dakwah Islam saat ini harus lebih inovatif. Bisa dengan menampilkan sesuatu yang menarik, indah tentang Islam supaya orang-orang melek dan tertarik pada Islam. Semua ini, lanjut dia, bisa dilakukan dengan turut aktif di media sosial.

Sementara itu, David Chalik mengungkapkan jangan pernah ragu tampil sebagai seorang muslim. Dakwah Islam Rahmatan lil Alamin, kata dia, harus terus ditunjukan kepada semua orang. “Kita jangan mudah terprovokasi oleh pihak mana pun, meski diserang dengan beragam fitnah. Tetaplah tampilkan Islam yang sejuk, ramah, dan menyentuh hati manusia,” paparnya.

David mencontohkan Islam sebagai sesuatu yang wangi. Satu hal yang wangi, mau ditutup-tutupi seperti apa pun akan tetap tercium wanginya di kemudian hari. “Begitupun dengan Islam, mau difitnah seperti apa pun Islam akan tetap harum dan indah karena pada dasarnya Islam memang menebar cinta dan kasih sayang kepada manusia,” ungkapnya.

Di akhir acara, David berpesan untuk terus menerus memperbaiki diri selagi masih diberi kesempatan hidup. “Kita semua tentu punya kekurangan. Maka dari itu perbaiki diri mumpung masih hidup. Semoga perjuangan dalam memperbaiki diri inilah yang akan mengantarkan kita menjadi husnul khotimah. Lalu, baca Alquran setiap hari agar keberkahan senantiasa mengalir setiap waktu. Amalkan isi dan pesan-pesan dalam Alquran dalam kehidupan,” tutupnya. (njs)

 


Back to Top