Dukung Program Pengembangan Ekonomi Pesantren, Ini Kata Menteri BUMN

gomuslim.co.id- Pesantren mempunyai potensi besar dalam memajukan ekonomi bangsa. Lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia ini telah terbentuk sebagai komunitas besar yang melibatkan banyak pihak. Baru-baru ini, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan kesiapanya untuk mendukung dan mendorong pesantren dalam mengembangkan dan memajukan perekonomian berbasis pesantren.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan pihaknya sangat berkepentingan untuk terus menggerakkan perekonomian yang melibatkan para ulama, pengasuh pondok pesantren, dan santri. Dengan keterlibatan BUMN dalam membantu menggerakkan perekonomian pondok pesantren, Rini yakin mereka akan mempunyai daya saing yang lebih baik. Tentu, imbasnya kondisi perekonomian pesantren juga bisa lebih maju.

“BUMN adalah perusahaan milik negara yang berarti juga milik masyarakat sehingga harus bisa memberikan manfaat kepada masyarakat, termasuk pesantren,” ujar Rini saat mengunjungi Pondok Pesantren Salafi Terpadu Darussyifa Al-fitroh, Perguruan Islam Yaspida, di Sukabumi, Jawa Barat, Ahad (21/05/2017).

Lebih lanjut, Rini mengaskan bahwa BUMN memang harus mencari keuntungan yang besar. Akan tetapi, keuntungannya juga harus bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk mereka yang aktif dalam menggiatkan pendidikan berbasis pesantren. Pihaknya bertekad terus menggerakkan seluruh potensi BUMN sehingga mereka mampu membantu perekonomian semua lini. Ini sudah menjadi komitmen pemerintah.

"Itu juga berarti kita sebagai BUMN harus melakukan hal yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Hari ini kita melakukan hal yang bermanfaat bagi para santri dan alim ulama," tuturnya.

Rini menilai pesantren merupakan sasaran sejumlah BUMN. Pihaknya sudah meminta agar seluruh BUMN di Tanah Air berkontribusi mendorong dan mengembangkan potensi pesantren. Ini penting agar perekonomian pesantren tidak tertinggal.

“Kita ingin agar perekonomian pesantren bisa maju. Dan saya yakin banyak pesantren yang memiliki potensi ekonomi, tetapi belum tergarap dan kurang dibantu oleh lembaga yang mengerti tentang pengembangan sistem ekonomi,” ungkapnya.

Jika perekonomian pesantren bisa lebih maju dan berkembang, menurut Rini, santri dan santriwati bisa memiliki keahlian untuk menularkan kemampuannya kepada yang lain. "Masih banyak masyarakat yang kurang beruntung mendapat kesempatan bekerja dan meraih pendidikan sehingga perlu bahu-membahu saling membantu," ujar Rini.

BUMN saat ini hadir di semua lini, seperti listrik, jalan tol, kereta api, bahan bakar minyak, dan gas. Semuanya hadir agar bisa bermanfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Bagaimana mungkin para santri dan ulama pada malam hari bisa belajar dan membaca kalau tidak ada listrik?" katanya.

Karena itulah, Menteri BUMN mengajak para ulama, santri, dan santriwati agar bersama-sama memajukan perekonomian nasional sehingga Indonesia bisa bersaing di pasar internasional. “Mereka bisa terlibat asal mempunyai kemampuan dan daya saing. Di sinilah peran BUMN supaya bisa membantu mereka,” ucapnya.

Rini menginstruksikan kepada seluruh BUMN untuk memberikan bantuan kepada para pesantren dalam bentuk fisik, seperti pembangunan gedung, sarana air bersih hingga masjid. "Program kita bukan hanya datang ke sini, tapi bagaimana kita terus berkomunikasi dan kami sebagai BUMN bisa memberikan penguatan kepada para santri maupun masyarakat luas," tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Rini Soemarno juga mengajak beberapa bos-bos BUMN untuk berkeliling kota Sukabumi. Kegiatan ini dalam rangka CSR dengan tema 'BUMN Hadir Untuk Negeri'. Turut hadir mendampingi menteri, beberapa direktur utama BUMN, di antaranya Dirut PT PLN Sofyan Basir, Dirut Waskita Karya Muhammad Choliq, dan Dirut PT Kereta Api Edi Sukmoro. (njs/dbs)

 


Back to Top