Industri Produk Halal Jadi Agenda Nasional Malaysia

gomuslim.co.id- Industri halal kini menjadi fokus pengembangan ekonomi bagi beberapa Negara. Salah satu Negara yang sangat serius menggarap sektor industri halal ini adaah Malaysia. Baru-baru ini, Negeri Jiran menyatakan komitmennya untuk menjadikan industri halal sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru.

Wakil Presiden Bidang Pengembangan Industri Halal Industry Development Corporation Malaysia, Ahmad Lokman Ibrahim menuturkan bahwa hal tersebut telah tercanangkan dalam Halal Industry Development Master Plan 2008-2020. “Industri halal menjadi agenda nasional. Terakhir kita buat Halal industry Masterplan 2008 sampai 2020,” ujarnya di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (23/05/2017).

Halal Master Plan ini, kata dia, merupakan titik tolak guna mengembangkan ekosistem dengan kebijakan terintegrasi meliputi infrastruktur, sumber daya manusia, pusat referensi, dukungan pemerintah, serta jasa dan produksi.

Adapun, Halal Master Plan tersebut menargetkan pada 2020 nanti memberikan kontribusi sebesar 8,7 persen pada GDP, peningkatan ekspor produk halal hingga RM 50 miliar, peningkatan eksportir produk halal hingga 1.600 perusahaan, dan menyerap 330.000 tenaga kerja.

Sejak dicanangkannya Halal Master Plan, lanjut Lokman, sektor industri halal memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian negara dan terus mendekati target yang dirancang sebelumnya.

"Kontribusi (industri halal) untuk GDP ditargetkan 8,7 persen, sekarang 7,5 persen. Peningkatan ekspor mencapai RM 50 miliar, sekarang RM 42 miliar, Investasi halal meningkat ke RM 15 miliar, sekarang RM 11,9 miliar," katanya.

Selain itu, saat ini tercatat pula ada 1.050 perusahaan eksportir yang ada, dari 1.600 perusahaan yang ditargetkan sebelumnya dan sektor industri halal telah menyerap 249.000 tenaga kerja dari target 330.000 tenaga kerja.

Ahmad pun menambahkan, keseriusan pemerintah Malaysia juga nampak dalam dibentuknya Malaysia Halal Council yang bertugas untuk merumuskan dan mengawal strategi pengembangan industri halal.

"Kita bentuk Malaysia Halal Council yang dipimpin oleh Deputy Prime Minister of Malaysia, dan berangotakan belasan menteri," pungkasnya.

Sebelumnya, Deputi Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengatakan, industri halal dinilai berpotensi besar terhadap pertumbuhan ekonomi secara global. Karena itu, industri halal perlu dikelola secara tepat agar memberikan hasil baik.

Industri halal, lanjut dia, tidak hanya mengedepankan penyediaan produk yang bisa dinikmati Muslim. Namun juga memperhatikan aspek kesehatan, kenyamanan,  kebersihan,  dan lainnya, sehingga non-Muslim pun bisa mengonsumsinya.

"Beberapa dekade terakhir industri halal terus tumbuh signifikan, bahkan telah menjadi agenda penting dalam diskusi kita dengan sebagian besar negara. Ini indikasi jelas pasar halal global semakin meluas," ujar Zahid.

Ia menambahkan seiring bertambahnya populasi Muslim di dunia, industri halal pun tidak hanya berpotensi tumbuh di beberapa negara yang mayoritas Muslim, tapi juga di beberapa negara Barat. "Di kawasan Asia Pasifik termasuk negara-negara seperti Indonesia, India, Pakistan, dan Bangladesh diharapkan populasi Muslim bisa mencapai 1,3 miliar pada 2030," tambah Zahid.

Sedangkan di Amerika Serikat (AS) kini terdapat delapan juta Muslim dan di Eropa mencapai sekitar 40 juta. "Hal itu akan mempercepat pertumbuhan industri halal di dunia," tuturnya.

Malaysia telah fokus pada pertumbuhan industri halal sejak 40 tahun lalu. Saat itu, mereka menyadari perlu adanya beragam produk dengan status halal dan tentunya sesuai dengan kriteria halal. (njs/dbs)


Back to Top