Gandeng BRI Syariah, STC Buka Pusat Perbelanjaan Syariah di Pasar Turi

gomuslim.co.id- Upaya membangun ekonomi umat terus dilakukan berbagai kalangan. Baru-baru ini Syariah Trade Center (STC) bekerjasama dengan BRI Syariah membuka pusat perbelanjaan berbasis syariah di lantai empat Pasar Turi Baru, Bubutan, Kota Surabaya, Jawa Timur.  

Program yang diberi nama Syariah Trade Center (STC) rencananya akan mulai beroperasi pada Rabu (24/05/2017). Founder STC Fajar Harsa mengatakan di Syariah Trade Center, sudah ada 556 pedagang yang melakukan akad dengan pengelola dari total 826 kios di lantai 4. Produk yang dijual meliputi busana muslim, pakaian anak, dan beragam makanan halal.

“Kami bekerja sama dengan BRI Syariah membuat program Syariah Trade Center ini untuk membangun ekonomi umat. Ini pusat perbelanjaan berbasis syariah pertama di Indonesia," ujarnya di Pasar Turi Baru, Selasa (23/05/2017).

Lebih lanjut, Fajar menjelaskan sistem syariah yang diterapkan STC akan menguntungkan pedagang, pembeli dan pengelola. Pedagang tidak perlu membayar sewa kios, listrik, service charge dan tanpa target penjualan per bulan. Sehingga pedagang bisa fokus pada barang dagangannya.

“Pengelola STC menyediakan kios dan fasilitasnya, membayar biaya pemeliharaan gedung, membayar listrik seluruh area, membayar gaji karyawan seperti kasir, petugas keamanan dan kebersihan, serta membayar biaya promosi. Sementara konsumen diuntungkan karena harga jual barang menjadi lebih murah,” jelasnya.

Nantinya, kata dia, sistem transaksi jual beli dilakukan di kasir dan dikelola oleh BRI Syariah. Sehingga uang hasil transaksi pedagang aman. Uang tersebut akan dibagikan kepada pedagang pada hari berikutnya.

"Kami menyiapkan tempat buat para pedagang pemula karena biasanya mereka berat mengawali buka toko. Dengan ini mereka bisa mandiri, setelah manduri mereka mau menyewa tempat disini atau lokasi lain silakan," paparnya.

Menurutnya, syarat pedagang bergabung di STC cukup mudah. Di antaranya, memiliki KTP Indonesia, punya niat berjualan walaupun belum memiliki pengalaman, membawa contoh produk untuk diseleksi, membayar uang pendaftaran Rp 300 ribu, membayar deposit Rp 1 juta untuk kios. Deposit tersebut akan dikembalikan ketika pedagang sudah tidak bergabung dengan STC.

Terkait sistem bagi hasil, ditetapkan sebesar 9 persen untuk pengelola dan 91 persen untuk pedagang. Sedangkan untuk pedagang di Food Court sistem bagi hasil sebesar 15 persen untuk pengelola dan 85 persen untuk pedagang. Perjanjian antara pengelola dan pedagang diatur dalam akad musyarokah.

“Jika nantinya sebelum dua tahun pedagang sudah bisa mandiri, maka diperbolehkan keluar dari STC. Pengelola STC akan merekrut pedagang pemula lainnya agar bisa mandiri. Indikator mandiri tersebut misalnya jika dalam sebulan pedagang sudah bisa memberikan bagi hasil kepada pengelola melebihi biaya sewa kios pada umumnya. Harga sewa kios di lantai bawah di Pasar Turi di kisaran Rp 5 juta sampai Rp 6 juta per bulan,” tutupnya. (njs/dbs)

Komentar

  • Andri Asny Rachmawati

    27 Mei 2017

    Tanya apakah pendaftaran masih buka

    Apakah pendaftaran masih buka saya ingin daftar stand PS turi baru dan saya baru tahu pendaftaran ini mohon infonya?


    Reply






















Tulis Komentar

Kode Acak

*Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top