Baduy Luar Kebakaran, Dompet Dhuafa Turunkan Tim Respon Cepat

gomuslim.co.id- Sebagai lembaga zakat tertua di Indonesia, Dompet Dhuafa selalu sigap terhadap persoalan sosial kemanusiaan. Baru-baru ini, Tim relawan Dompet Dhuafa Banten berkolaborasi dengan tim respon cepat Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, sigap terjun di lokasi kebakaran perkampungan Suku Baduy Luar.

Kebakaran hebat melanda perkampungan suku adat Baduy Luar, di Cisaban, Kanekes, Leuwidamar, Lebak, Banten, Rabu (24/05/2017) malam. Musibah tersebut menghanguskan setidaknya 84 rumah tinggal Suku Baduy Luar. Kondisi perkampungan tersebut, kini rata dengan tanah, dan seluruh Suku Baduy Luar dalam proses evakuasi pengungsian.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Banten, Abdurahman Usman, mengatakan Dompet Dhuafa menerjunkan tim relawan yang berkolaborasi dengan tim DMC dan Lembaga Pelayan Masyarakat Dompet Dhuafa pusat. Sambil menunggu data kebutuhan di lapangan, tim gabungan juga menyiapkan sembako dan beberapa kebutuhan dasar yang dibutuhkan pengungsi, terutama untuk balita dan lansia.

"Kami saat ini menerjunkan tim relawan yang berkolaborasi dengan tim DMC dan Lembaga Pelayan Masyarakat Dompet Dhuafa pusat. Sembari menunggu data kebutuhan di lapangan, tim kami juga menyiapkan sembako dan beberapa kebutuhan dasar yang dibutuhkan pengungsi, terutama untuk balita dan lansia. Upaya sinergi antar divisi juga kami upayakan," ujarnya.

lebih lanjut, ia menuturkan, upaya sinergi antar divisi dipersiapkan guna menyiasati pembagian tim untuk respon dan persiapan Ramadhan. Sehingga respon dapat berjalan dengan cepat dan efektif untuk #LoveBaduy.

Seperti diketahui, kebakaran melanda Kampung Cisaban RT 02 RW 06, Desa Kanekes, Baduy Luar, sekitar pukul 19.00 WIB malam tadi. Total 84 rumah adat Baduy Luar hangus terbakar. "Ada 105 kepala keluarga yang menjadi korban," ujar Kasie Pemerintahan Desa Kanekes, Sarpin.

Sarpin menjelaskan, kebakaran dipicu dari tungku masak salah satu rumah warga. Api begitu cepat menjalar karena material rumah adat terbuat dari kayu yang mudah terbakar. "Api baru bisa padam sekitar pukul 00.00 WIB. Rumah-rumah hangus tidak tersisa," katanya.

Selain rumah, lumbung padi milik para warga juga hangus terbakar. Warga suku Baduy memang terbiasa menyimpan beras mereka di lumbung padi yang terpisah dari rumah.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran besar tersebut. Malam tadi para korban mengungsi di desa sebelah dan di tenda pengungsian. BPBD setempat juga telah turun tangan membangun tenda darurat untuk para korban.

Saat ini para warga sibuk membangun kembali tenda darurat yang lebih layak. Para korban membutuhkan bantuan seperti pakaian, selimut, perlengkapan sehari-hari, makanan dan sebagainya. "Sekarang lagi pada sibuk menyiapkan tenda darurat dan dapur umum," kata Sarpin.

Suku Baduy adalah kelompok masyarakat adat sub-etnis Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten.  Selama ini selalu memegang teguh prinsip-prinsip adat dan mengisolasi diri dari dunia luar. Populasi suku Baduy sangat terbatas yakni sekitar 5.000 hingga 8.000 orang. (njs/dd) 


Back to Top