Universitas Indonesia Inisiasi Gerakan Hemat Air Wudhu di Bulan Ramadhan

gomuslim.co.id- Jelang Ramadhan, Prodi Sastra Arab Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia menginisiasi gerakan 'Hemat Air Wudhu' di sepuluh masjid di Kota Depok, Jawa Barat.

Tak hanya mengajarkan penerapan syariat Islam tentang tata cara wudhu yang benar, gerakan ini juga menjadi bentuk komitmen pada kelestarian lingkungan. Ketua Tim Peneliti, yang juga staf pengajar Sastra Arab UI, Fauzan Muslim mengatakan ketersediaan air di dalam tanah dari tahun ke tahun semakin berkurang.

“Ketika eksploitasi air tanah dilakukan secara berlebihan, krisis air akan terjadi dimana-mana. Gerakan 'Hemat Air Wudhu' ini mengajak orang untuk mulai memerhatikan kelestarian lingkungan, dimulai dari hal paling sederhana,” ujar Fauzan.

Lebih lanjut, Fauzan memaparkan bahwa seorang Muslim paling tidak melakukan shalat lima kali dalam sehari. Penghematan air wudhu sangat berdampak pada stok air. Pihaknya sudah mengadakan sosialisasi dan pemasangan alat penghemat air di keran-keran di masjid-masjid. Karena, selama ini jamaah yang wudhu menggunakan air lebih banyak terbuangnya daripada terpakainya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukannya, volume air yang terpakai untuk wudhu oleh jamaah rata-rata 3 sampai 4 liter dalam 3 menit. Dengan alat penghemat air ini, debit air yang keluar dari keran dapat diatur lebih kecil. Penggunaan air wudhu dapat dihemat menjadi sekitar 1 liter. Dalam jumlah besar, akan terlihat penghematan jumlah airnya. 

Bahkan gerakan ini mampu menghemat 40 hingga 50 persen. Ia mencontohkan apabila sebuah masjid mempunyai tampungan air dengan volume 1.000 liter, dalam kondisi normal hanya dapat menyediakan kebutuhan wudhu untuk 200 orang. Dengan penghematan air ini, diharapkan bisa digunakan untuk 1.000 orang.

“Rencananya, gerakan Hemat Air Wudhu ini akan dilakukan di sepuluh masjid di dua kecamatan di Kota Depok, Jawa Barat yakni Kecamatan Pancoran Mas dan Kecamatan Beji. Jika mendapat sambutan positif, diharapkan dapat diterapkan di masjid-masjid besar di luar Kota Depok, termasuk DKI Jakarta,” jelasnya.

Sedangkan, untuk pemasangan alat penghemat air ini sudah dilaksanakan untuk pertama kalinya pada, Rabu (24/05/2017) di Masjid Balaikota Depok, kemudian menyusul Masjid Ukhuwah Islamiyah Universitas Indonesia pada, Senin (29/05/2017) mendatang. Targetnya, pemasangan di sepuluh masjid akan dilakukan sampai Juli 2017. Bulan Ramadhan dimanfaatkan sebagai momentum melakukan sosialisasi hemat air.

Gerakan ini merupakan wujud pengabdian FIB UI kepada masyarakat dan wujud kepedulian terhadap lingkungan. 'Hemat Air Wudhu' ini juga menjadi solusi keterbatasan air di masjid.

“Kerapkali ada kejadian jamaah shalat tidak kebagian air wudhu. Di Masjid Ukhuwah Islamiyah UI misalnya, jamaah shalat Jumat yang datang akhir-akhir acapkali tidak kebagian air. Jumlah mahasiswa UI yang shalat ribuan, sementara ketersediaan air terbatas,” pungkasnya. (nat/dbs)

 

 


Back to Top