Ramadhan Fair Mall Bassura

Begini Cerita Empat Komunitas Anak Muda yang Padukan Unsur Islami dan Hobi

gomuslim.co.id- Pada hari pertama Ramadhan, Mall Bassura City, Jakarta Timur menggelar Ramadhan Fair 2017 dengan tema Proud To Be Moeslem. Acara berlangsung selama dua hari, yaitu 27 sampai 28 Mei 2017.

Kegiatan yang berlangsung di hari pertama dimeriahkan oleh talkshow yang menampilkan empat komunitas anak muda yang menyisipkan unsur religi Islami dengan hobi yang tengah digandrumi generasi anak muda saat ini. Antara lain Komunitas Pendaki Muslim (KPM), Komunitas Punk Muslim, Islamic Otaku Community dan Film Maker Muslim.  

Dean Raharjov dari Komunitas Pendaki Muslim (KPM) menceritakan kegiatan yang dilakukan oleh KPM, yakni melakukan pendakian dengan menyisipkan nilai-nilai Islami seperti tidak melupakan shalat dan senantiasa mentadaburinya.

“Komunitas ini menjadi wadah komunikasi syiar pendaki Muslim. Berawal dari adanya aksi penanggulangan bencana Gunung Merapi di Jogja yang dilakukan oleh pencinta alam yang menyisir pemukiman Muslim terpencil dan melakukan dakwah Islamiah kepada para pengungsi,” tutur Dean.

Kemudian pasca bencana, para pencinta alam terhimpun dalam satu wadah yang dinamakan Komunitas Pendaki Muslim.

Selain komunitas Pendaki Muslim, komunitas Punk Muslim yang diwakili oleh ketua Punk Muslim Surabaya Aditya Abdurrahman menjelaskan Punk Muslim adalah wadah berkumpulnya anak muda yang berasal dari kalangan anak punk maupun umum dalam membahasa kajian yang ringan, mengenalkan Islam secara bertahap.

“Saat ini Punk Muslim sudah ada di tiga kota, Jakarta, Bekasi dan Surabaya yang anggotanya sendiri dominan berasal dari anak punk yang mau memperdalam ajaran Islam,” kata Aditya.

Keberadaan komunitas Muslim dengan mengkolaborasikan hobi juga diadopsi oleh para pecinta anime karakter film di Jepang, atau yang lebih dikenal dengan (Otaku), adalah Islamic Otaku Community (IOC).

Ketua IOC Indonesia, Rio menjelaskan bahwa IOC dibentuk karena melihat adanya fenomena wanita berhijab penggemar anime membuka hijabnya untuk mengikuti cosplay. “Melihat hal tersebut saya tergerak untuk mewadahi mereka membentuk komunitas dimana para hijaber juga bisa mengikuti cosplay tanpa melepas hijabnya, yang kemudian dikenal dengan Hijab Cosplay,” tukas Rio.

Selain beberapa komunitas yang bergerak di bidang hobi, ada salah satu komunitas yang bergerak di bidang film yang mengkolaborasikan unsur Islami dengan alur cerita film pendek, mereka adalah Film Maker Muslim. Salah satu crew film, Iqbal menuturkan FMM dibentuk dengan tujuan mensyiarkan nilai-nilai Islami dalam film yang saat ini lebih mudah diserap oleh anak muda.

“Jalan cerita film pendek yang kami produksi benar-benar lekat degan kehidupan anak muda jaman sekarang, dengan menyelipkan pesan dakwah kami berharap ajaran Islam dan sunnah dapat dibumikan melalui film,” ujar Iqbal. (nat)

 


Back to Top