Disbudpar Aceh Tawarkan Program Pesona Ramadhan di Serambi Mekkah

gomuslim.co.id- Saat bulan Ramadhan menyapa, traveling ke Aceh bisa menjadi pilihan untk merasakan suasana bulan puasa dengan suasana berbeda . Provinsi berjuluk “Serambi Mekkah” ini memiliki atmosfir dan suasana bulan Ramadan yang khas. Ada banyak keseruan yang bisa dinikmati bersama Pesona Ramadan di Aceh.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti  mengatakan ada banyak keseruan yang bisa dinikmati bersama Pesona Ramadhan di seluruh wilayah Aceh dan tradisinya banyak yang unik.

Sepanjang Ramadhan menyapa  ada banyak aktivitas wisata yang bisa ditemui di seluruh Aceh. “Kunjungan wisatawan biasanya banyak di awal dan akhir Ramadan,” kata wanita berkerudung itu.

Bagi Anda yang penasaran dengan tradisi bernama Meugang, silakan simak agendanya di Aceh . Tradisi ini merupakan tradisi potong sapi yang dilakukan dua hari sebelum Ramadan dan dua hari menjelang Hari Raya Idul Fitri. Dalam tradisi ini, wisatawan dapat melihat berbagai proses mulai dari pemotongan sapi, proses pemasakan, hingga makan bersama.

Setelah itu, ada juga festival Ramadan dan beragam perlombaan, mulai dari lomba azan, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), juga hafiz Alquran. Ada juga Kampung Ramadhan yang biasanya digelar di bantaran sungai. Di kampung tersebut, masyarakat akan menjajakan aneka menu buka puasa. Tak lupa zikir akbar yang akan digelar di Masjid Raya Baiturrahman.

“Masjid Raya Baiturrahman sudah menjadi daya tarik wisata baru. Sudah banyak warga yang selfie dan mem-posting keindahan dan kemegahan Masjid Baiturrahman ke media sosial,” tambah wanita berkerudung itu.

Saat ini, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh memang sudah sangat eye catching. Tampilan fisiiknya sudah berubah total mirip Masjid Nabawi di Madinah. Pekarangannya sudah dilapisi marmer. Saat sore hari, ada 12 payung raksasa yang dibiarkan mengembang dengan balutan pendaran pencahayaan super-keren.

“Silakan selfie, bikin vlog, dan sebarkan ke dunia maya. Bagikan keindahan Ramadan di Aceh ke seluruh dunia,” ucapnya.

Dan di 10 Ramadan terakhir, ada Qiyamul Lail. Momen ini biasanya dibanjiri pengunjung. Maklum, Syekh dari Riyadh, Arab Saudi, dan beberapa negara timur tengar ikut diundang ke Aceh.

“Banyak yang bisa dinikmati. Siang hari bisa ke museum, atau destinasi panorama. Kalau untuk kuliner bisa dijajal mulai jam 4 sore. Ada juga Ifthar Bersama, tarawih dan tadarrus, Zikir dan Khanduri Khatam Alquran dan Malam Nuzulul Qur’an,” kata Kadisbudpar Aceh Reza Fahlevi dalam publikasi resmi DisbudparAceh.

Selain itu, Menpar Arief Yahya juga yakin, Aceh akan laku dengan positioning sebagai destinasi wisata Islami dunia. Menurutnya sektor agama dan budaya Aceh memiliki koneksi kuat untuk dijual sebagai wisata.

“Sama seperti Bali dengan filosofi kekuatan ajaran agama, budaya dan pariwisata yang bersatu, Aceh juga kuat daya tariknya dengan produk wisata alam dan proses ajaran kebudayaan religi syariat Islamnya. Karenanya, mengunjungi Aceh saat Ramadan diyakini akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Selamat menikmati Aceh dan resapi indanhya Ramadan di sana,” pungkas Menpar Arief Yahya.  (fau/disbudparaceh)

 


Back to Top