Ramadhan Fair Mall Bassura

Talkshow Beauty With Syar’I: Begini Cara Jadi Muslimah Akif dan Berprestasi

gomuslim.co.id- Pada hari kedua gelaran Ramadhan Fair 2017 di Mall Bassura City, Jakarta Timur berlangsung meriah. Kegiatan bertajuk Proud To Be Moeslem yang berlangsung selama dua hari, yaitu 27 sampai 28 Mei 2017 ini diisi dengan ragam acara menarik. Mulai dari penampilan musik perkusi, tarian, fashion show sampai dengan talkshow inspiratif.

Salah satu yang menarik adalah Talkshow Beauty With Syar’i. Hadir sebagai narasumber utama yaitu Cintya Indah Meidina Lubis (CIML) dari komunitas Street Art Dakwah dan Amaliah Begum dari HijraHeart Indonesia.

Dalam pemaparannya, CIML mengatakan bahwa lewat komunitas Street Art Dakwah, ia bersama rekan-rekanya ingin berkarya sekaligus syiar. “Jadi kami bomber-bomber gravity ingin menunjukan karya kita. Menyampaikan pesan-pesan kebaikan dan hal positif lewat sebuah karya seni,” ujarnya.

Lebih lanjut, muslimah yang sudah mantap berhijab sejak 2014 ini bercerita bahwa kewajiban muslim laki-laki dalam menjaga pandangannya harus didukung dengan sikap dan penampilan dari muslimah. “Karena terkadang meski muslimah itu udah berhijab, ada saja laki-laki yang matanya seperti terus melihat kita, inilah yang seharusnya kita jaga,” sambungnya.

Unuk itu, muslimah berniqob ini pun berpesan kepada muslimah yang sedang berproses menuju hijrah untuk terus belajar kearah yang kontributif dan positif. “Intinya ajaran Islam itu mudah, orangnya saja yang kadang mempersulit. Insya Allah kalau niat kita benar-benar tulus, Allah akan mudahkan jalan,” katanya.

Sementara itu, Amaliah Begum mengatakan bahwa komunitas HijarHeart Indonesia adalah komunitas sosiobisnis pertama khusus muslimah yang dibentuk dengan fokus program pemberdayaan perempuan. “Komunitas ini memang diperuntukan bagi seluruh muslimah untuk bergabung, baik sebagai individu, komunitas, maupun merk bisnis,” paparnya.

“Jadi siapa pun bisa bergabung asalkan ada niat baik dan mau belajar. Terus sama-sama berkomitmen untuk membangun charity di komunitas ini,” sambungnya.

Selain itu, muslimah yang sudah berhijab sejak kelas satu SMA ini menuturkan, berhijrah bagi muslimah untuk berhijab itu melalui sebuah proses. “Behijrah itu bukan menunggu hidayah datang menjemput, tapi harus diburu dan diupayakan,” katanya.

Menurutnya, kewajiban setiap muslim adalah mendengar dan menaati aturan yang sudah Allah tentukan dalam Alquran dan Sunnah. “Jadi Sami’na wa Ato’na ini bukan mikir-mikir dulu baru melakukan. Tapi yakinkan diri bahwa semua niat karena Allah semata,” ujarnya.

Berhijab, sambung dia, merupakan bukti seorang muslimah yang mencintai ayah dan kakak laki-lakinya. “Jangan salah loh, mereka juga menanggung dosa kita kalau belum berhijab. Malah, yang saya rasakan setelah berhijab ini, orang lain apalagi laki-laki, lebih hormat terhadap saya,” ungkapnya.

Sebagai tambahan, kegiatan ini juga menampilkan tarian sufi dan pentas seni anak-anak dari Yayasan Cahaya Alam. Selain itu, ada pula hiburan dari WWF, tausiyah menjelang berbuka puasa, dan ditutup dengan santunan anak yatim. (njs) 


Back to Top