Temui Asosiasi Muslim, Dubes RI untuk Ukraina Apresiasi Toleransi Umat di Georgia

gomuslim.co.id- Perkembangan Islam di Georgia sangat baik dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, Negara bagian timur Eropa ini memiliki toleransi antar agama yang cukup bagus. Hal ini tidak terlepas dari dukungan besar yang diberikan pemerintah setempat terhadap komunitas muslim.

Demikian disampaikan Duta Besar (Dubes) RI untuk Ukraina, Armenia dan Georgia, Yuddy Chrisnandi baru-baru ini. Ia dilaporkan telah melakukan pertemuan dengan Asosiasi Muslim Georgia.

Pertemuan tersebut berlangsung di Masjid Jumah, di Tbilisi Georgia usai shalat Jumat. Di sana, Yuddy berdialog langsung dengan Syeikh Georgia, Haji Ramin Igidov, yang didampingi oleh Mufti Georgia Timur, Haji Iasin Aliev. 

Pertemuan membahas mengenai hubungan antara umat beragama di Georgia yang harmonis serta dukungan pemerintah Negara tersebut kepada komunitas muslim. Bahkan, pemerintah Georgia menempatkan beberapa pejabat Islam untuk menjabat di daerah mayoritas muslim. Mereka menjadi Anggota Parlemen dan sejumlah Deputi Menteri.

"Pemerintah Georgia memberikan support dengan memberikan ruang untuk agama Islam berkembang dengan baik. Saya merinding saat berdiskusi dengan Haji Igidov, Syeikh Georgia, Islam sedang berkembang pesat di daratan Eropa, bukan tidak mungkin Islam berkembang besar seperti dulu kala, sebagai agama rahmatan lilalamin," ujarnya.

Hingga saat ini, jumlah umat Islam di Georgia berada pada kisaran 10 sampai 11 persen dari seluruh penduduk Georgia, atau lebih dari 400.000 jiwa. Sebagian besar dari mereka merupakan Etnis Azeri, Adjari (Etnis Georgia Muslim), Avar, maupun Persia (Iran).

Syekh Georgia dan Mufti Georgia Timur menyatakan, Georgia memiliki sejarah toleransi beragama yang panjang. Selama berabad-abad, komunitas Muslim, Kristen Ortodoks, Katolik, dan Yahudi hidup berdampingan satu sama lain dan juga memiliki rumah ibadah yang berdekatan di satu wilayah.

Sekadar informasi, Asosiasi Muslim Georgia didirikan pada tahun 2011 (sebelumnya menginduk pada Asosiasi Muslim Kaukasus yang berpusat di Azerbaijan) dan semenjak 2014, mendapatkan pendanaan dari Pemerintah Georgia dan juga bantuan dari negara lain, terutama Iran, Turki, dan Azerbaijan.

Asosiasi ini bergerak dalam bidang pendidikan Islam dan memiliki lebih dari 400 imam. Para imam tersebut memberikan pendidikan agama kepada masyarakat, bahkan terdapat program khusus untuk memberikan pendidikan agama kepada para narapidana muslim di Lapas dengan dukungan Pemerintah Georgia.

Asosiasi tersebut juga melakukan penerbitan dan penerjemahan literatur Islam ke dalam Bahasa Azeri dan Georgia, termasuk terjemahan Alquran. Melihat hal ini, Yuddy berkomitmen untuk memfasilitasi kontak dan kerjasama antara Asosiasi Muslim Georgia dengan Organisasi Islam di Indonesia.

"Potensi kerjasama ekonomi antara pengusaha muslim Indonesia-Georgia bisa kita gali lebih dalam. Asosiasi muslim Georgia sudah membukakan pintu selebar-lebarnya untuk kita menjalin hubungan saling menguntungkan. Tinggal bagaimana kita mengolahnya sebagai sebuah hubungan masa depan," ucapnya.

Dia juga yakin, pengusaha muslim di Indonesia tertarik untuk berinvestasi di Georgia. "Pengusaha muslim Indonesia tentu tertarik akan hal ini. Saya akan memikirkan bagaimana makanismenya agar pengusaha kita dengan mudah masuk ke pasar mereka. Segera akan saya follow up," tutupnya. (njs/dbs)

 

 


Back to Top