Ini Dua Penghargaan Nasional Terbaru untuk Bank Aceh Syariah

gomuslim.co.id- Sejak beralih menjadi bank berbasis syariah, Bank Aceh Syariah terus mendulang prestasi. Baru-baru ini, PT Bank Aceh Syariah berhasil meraih dua penghargaan tingkat nasional atas kinerja keuangan selama 2016, yakni “The Magnificent Seven Award 2017” dari Karim Consulting Indonesia dan “Top BUMD Award 2017” dari majalah Business News Indonesia.

Direktur Utama (Dirut) PT Bank Aceh Syariah, Busra Abdullah melalui Corporate Secretary Amal Hasan mengatakan penghargaan “The Magnificent Seven Award 2017” diserahkan CEO Karim Consulting, Adi Warman Karim dan diterima Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman di Jakarta, Selasa (9/5/2017).

Selanjutnya pada Kamis (24/5/2017), Bank Aceh juga mendapat penghargaan sebagai salah satu BUMD terbaik di Indonesia dan meraih TOP BUMD Award 2017. Menurut Amal penghargaan ini diterima Dirut PT Bank Aceh Syariah, Busra Abdullah melalui dirinya selaku Corporate Secretary di Balai Kartini Jakarta.

Amal menyebutkan pemilihan BUMD terbaik ini berdasarkan hasil penjurian dan seleksi 2.000-an BUMD seluruh Indonesia dan Bank Aceh berhasil terpilih sebagai salah satu yang terbaik dengan predikat TOP BPD Bidang Syariah 2017.

Amal menambahkan penghargaan ini merupakan nilai tambah bagi Bank Aceh Syariah atas usaha pascakonversi ke sistem syariah. Ini menjadi bukti atas eksistensi Bank Aceh yang diperhitungkan di kancah nasional. “Alhamdulillah dua penghargaan nasional ini bisa kita dapatkan dalam semester pertama tahun ini, kami berkeyakinan Bank Aceh tetap terus menjadi lembaga perbankan syariah terpercaya dan bermitra dengan masyarakat Aceh sesuai prinsip syariah Islam,” ujarnya.

Selain itu, Amal juga menyebutkan ada tiga kategori penilaian dalam penghargaan ini, yaitu sustainability kinerja keuangan, extraordinary effort dan game changer. Tahun ini Bank Aceh Syariah meraih penghargaan dengan kategori The Most Effective Financing-Islamic Full Fledge Bank (BUKU II) dan (BUKU II) 2017. “Semoga Bank Aceh Syariah selalu menjadi Bank Kebanggan Rakyat Aceh dan terus meningkatkan kinerjanya sebagai Bank Umum Syariah,” katanya.

Adapun berdasarkan data keuangan Bank Aceh per April 2017, menunjukkan pergerakan positif tercermin dari profitabilitas laba Rp 202 Miliar yang didukung dengan kualitas pembiayaan yang baik Rp 11.96 triliun dengan total DPK per April 2017 sekitar 1.3 juta account dengan total aset Rp 20,20 triliun.

Sebelumnya, para Bupati dan Wali Kota di Aceh meminta para direksi PT Bank Aceh Syariah agar memperbanyak atau memfokuskan penyaluran pembiayaan kepada koperasi dan usaha kecil menengah (UKM).

Wali Kota Langsa, Tgk Usman Abdullah SE kembali menegaskan hal ini ketika menjawab Serambi seusai acara ini. Menurutnya, keberpihakan Bank Aceh Syariah kepada Koperasi dan UKM selama ini masih sangat rendah.

“Ini terbukti dari pembiayaan untuk sektor produktif baru 10 persen atau senilai Rp 1,3 triliun. Sedangkan pembiayaan konsumtif cukup besar mencapai Rp 10,8 triliun dari total pagu pembiayaan yang dilakukannya 2016 senilai Rp 12,2 triliun,” kata Usman.

Ia mengatakan sesuai laporan BI bahwa UKM itu lebih relatif tahan dibandingkan pengusaha besar. Hal ini sudah terbukti pada saat Indonesia krisis moneter 1997-1998, sangat sedikit UKM yang harus tutup. Sedangkan usaha besar sangat banyak yang gulung tikar dan tertunggak kredit di bank.

Usman Abdullah menyarankan agar perencanaan bisnis Bank Aceh ke depan agar lebih mendorong UKM di Aceh dari berbagai sektor berkembang pesat. Misalnya di bidang pertanian, perikanan, peternakan, peternakan, kehutanan, pariwisata, jasa, kuliner, industri, serta pertambangan skala kecil dan menengah.

“Tentunya melalui pembiayaan sistem syariah yang benar, bukan kulitnya saja syariah, tapi isinya konvensional,” ungkapnya. (njs/dbs)

 


Back to Top