Fintech Syariah Paytren Jadi Cara Baru untuk Buka Lapangan Kerja

gomuslim.co.id- Bisnis e-payment berbasis syariah Paytren yang digagas oleh Ustad Yusuf Mansur, dinilai menjadi suatu terobosan  terbaru untuk dunia Fintech Syariah. Bahkan, dengan adanya bisnis Multi Level Marketing (MLM) ini, memperluas lapangan kerja baru.

Kepala Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi Syariah (CIBEST) IPB, Irfan Syauqi Beik, mengatakan Paytren menjadi inovasi dari anak bangsa. Karena selama ini bisnis e-payment banyak dikuasai dan didominasi oleh asing. "Motor utama e-payment bisnis ini dimiliki anak bangsa, apalagi Islam. Ini sangat visioner dan inovatif," tutur Irfan, Senin (29/05/2017).

Dia menilai bisnis penjualan berjenjang atau MLM yang digagas oleh Paytren sejauh ini sudah sesuai dengan prinsip syariah. Hal ini berdasarkan Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) No. 75 Tahun 2009 tentang PLBS (Penjualan Langsung Berjenjang Syariah).

Kendati belum dapat sertifikat resmi dari DSN, dari awal sampai akhir bisa menjadikan fatwa itu sebagai referensi utama," kata Irfan.

Selain itu, fintech Paytren ini juga sudah mendapatkan rekomendasi dari Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) serta telah mendapatkan Surat Ijin Penjualan Langsung Tetap (SIUPLT). Sehingga, dari sisi pemerintah dan asosiasi, perusahaan ini bebas dari skema yang merugikan.

Jika ditinjau dari sisi akademis ini suatu terobosan yang tentunya membutuhkan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kapasitas besar di teknologi. “Adanya bisnis MLM syariah ini juga turut menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran. Tinggal kemudian bagaimana pangsa pasar terus dikembangkan dan makin banyak umat yang terlibat,” papar Irfan.

Paytren adalah sebuah aplikasi yg bertujuan membantu penggunanya dalam melakukan sedekah, pembelian pulsa, token pln, voucer game, tiket pesawat, kereta api serta pembayaran listrik, pdam dan pembayaran leasing, tv berlangganan. (nat/dbs)


Back to Top