3.100 Masjid di Bandung Sukseskan Program 'Maghrib Mengaji'

gomuslim.co.id- Keberhasilan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil dalam program Maghrib Mengaji menghasilkan 3.100 masjid dalam mengikuti kegiatan tersebut. Dirinya mengaku awalnya hanya ada 2 ribuan masjid yang tergabung.

Namun saat ini sudah mencapai 3 ribuan masjid. "Itu artinya, peningkatan ini menunjukan antusiasme warga menitipkan anak-anaknya untuk menjadi generasi Qurani luar biasa," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil, Selasa (30/05/2017).

Berdasarkan laporan dari bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), saat ini, jumlah masjid yang ada di Kota Bandung kurang lebih berjumlah 4 ribuan. Sedangkan yang mengikuti Maghrib Mengaji berjumlah 3.100 masjid.

“Dengan jumlah tersebut, mayoritas masjid di Kota Bandung melaksanakan Magrib Mengaji. Saya sangat bahagia, kenaikannya berdasarkan laporan dari Kesra. Jadi sebagai orang tua reugreug (tenang) anaknya jago ngaji dibanding diabur (dibiarkan) saja enggak jelas," tutur Emil dengan istilah Sunda.

Kendati demikian, dengan adanya peningkatan tersebut, pihaknya akan menambah anggaran untuk para guru ngaji yang ada di Kota Bandung, dari yang sebelumnya disiapkan Rp 6 miliar. Dana tersebut untuk mengakomodir semua guru yang mau mengorbankan waktunya mengajar mengaji.

“Uang Rp 6 miliar untuk guru ngaji itu kurang. Nanti pada anggaran perubahan saya naikkan," kata dia.

Dengan bertambahnya masjid yang menyelenggarakan, Emil berharap Magrib Mengaji bisa meningkatkan kepeduliaan anak-anak Muslim pada kitab suci. "Semoga anak-anak Muslim Bandung selalu menjadi generasi Qur'ani," harapnya.

Dalam postingan di media sosialnya, ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada bawahan yang ikut menyukseskan program Magrib Mengaji. Apalagi saat ini sudah ada 3.100 masjid yang memberi wadah untuk kegiatan ini.

"Hatur nuhun untuk para Camat dan Lurah yang giat menggerakkan masyarakat untuk mendekatkan diri ke masjid," tulisnya di akun Instagram.

Lebih lanjut, dengan pencapaian tersebut, Kang Emil berkeinginan Pemkot Bandung tak hanya mempercantik kota dengan membangun fasilitas-fasilitas umum seperti taman. Namun juga, upaya pembentukan mental spititual warga dilakukan secara bersamaan. (nat/dbs)

 

 

 


Back to Top