Begini Kisah Alquran Berusia 500 Tahun dan Berlapis Emas Milik Pria Asal India

gomuslim.co.id-  Bagi setiap Muslim, kitab suci Alquran adalah kitab yang sangat berharga, tapi bagi Muhamad Haris, Alquran secara harfiah adalah 'emas'.

 

Bankir asal India yang bekerja di Abu Dhabi, UEA  sejak 30 tahun ini memiliki salinan kitab suci Islam yang tak ternilai namanya yang diberi nama Gold Tooling Qur’an.

Alquran berlapis emas ini adalah koleksi 28 set yang langka, dengan 19 sampai 20 piring di setiap set, teks naskah Naskh Uthmani. Alquran ini berlapis emas 22 karat; set tersebut disimpan dalam 14 kotak berlapis emas. Saya punya satu kotak sementara Ismail Kassim, ipar laki-laki saya, di Malaysia memiliki sisanya, " jelas Haris dalam publikasi Khaleej Times.

Pakar manuskrip percaya bahwa salinan emas dari Alquran ini berasal dari zaman Ottoman, yaitu sekitar 500 tahun yang lalu. Meski dianggap tak ternilai harganya, berdasarkan perbandingan angka manuskrip langka, seluruh rangkaian Gold Tooling Qur’an dipatok seharga USD  59 juta.

Sejarawan menganggapnya sebagai karya seni dan warisan Islam yang sangat berharga dan istimewa karena kelangkaan dan keunikannya. Ini adalah karya seni yang sangat tak ternilai harganya.

Ukuran Alquran berlapis emas adalah antara lebar 10,5 dan 11 cm, sedangkan panjangnya adalah 16cm. Kotak-kotak salinan berukuran 23,5 cm, lebar 17,5cm dan tinggi ketebalan 3cm.

Menurut Hajah Salmah Haj Ahmed, seorang profesor dari Fakultas Studi Islam di Universitas Nasional Malaysia, Gold Tooling Qur'an adalah satu-satunya salinan yang tersedia di seluruh dunia dari jenisnya setelah menempuh perjalanan panjang untuk bertahan hidup.

"Alquran ini diyakini ditulis antara abad ke-16 dan ke-18. Alquran ini dibawa oleh seorang warga Muslim Arab dari Kekaisaran Ottoman melalui perjalanan panjang ke Uyghurstan, lalu ke Yunan di China tenggara dan sesudahnya ke Malaysia," kata profesor Malaysia tersebut menjelaskan.

Menurut Haris, kesaksian terbesar untuk koleksi tersebut berasal dari Dr Mahathir bin Mohamad, perdana menteri ke-4 Malaysia.

Dia menulis pada 12 November 2009: “Ini adalah artefak yang paling menarik dan itu harus menjadi barang berharga bagi kolektor warisan Islam."

Lebih lanjut, Haris mengatakan butuh waktu lebih dari setahun untuk mendapatkan semua dokumen yang dibutuhkan untuk membawanya ke Dubai  dari Malaysia. Dia juga menunjukkan sertifikat kepemilikan, dokumen safe deposit box, surat persetujuan untuk ekspor, sebuah laporan tentang teks dan surat kuasa Alquran.

"Saya memiliki ini dalam kepemilikan selama lima tahun sampai  sekarang dan ini telah membawa kemakmuran bagi keluarga saya. Alquran ini membawa keberuntungan bagi saya di tempat kerja dan dalam kehidupan keluarga saya. Kami mungkin akan segera menyimpannya di sebuah pameran di sebuah toko perhiasan karena saya hanya membacanya selama bulan Ramadhan, “ pungkas Haris.

Kata Haris, Alquran ini tidak boleh dijual tapi tujuannya adalah membuka pusat studi Islam dan warisan budaya. Dia  akan berpisah dengan koleksi ini hanya untuk mewujudkan usaha amalnya dan tujuan mendakwahkan Islam kepada dunia.

Untuk diketahui, Haris adalah Muslim Melayu asli Nadapuram di distrik Kozhikode negara bagian Kerala di India selatan. Namun, istrinya Aishah Kassim dan tiga anaknya semuanya lahir di Malaysia. Saat ini ia dan keluarganya tinggal dan bekerja di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (fau/dbs)

 

 


Back to Top