Persiapan Haji Indonesia Hampir Rampung, Calon Jemaah Haji Diminta Jaga Kesehatan

gomuslim.co.id- Sekretaris Jenderal Kementerian Agama sekaligus Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Nur Syam mengatakan penyelenggaraan ibadah haji 2017 penuh dengan tantangan. Hal ini seiring dengan adanya penambahan kuota haji Indonesia yang mencapai 60 ribu jamaah dari 168.800 pada tahun 2016 jadi 221 ribu orang.

“Segala tantangan pada persiapan ibadah haji tahun ini begitu luar biasa. Tapi Alhamdulillah, tantangan yang dihadapi seiring dengan kabar baik tersebut. Mulai dari pengalihan kloter, jumlah akomodasi, paspor, visa, teknis di tanah suci, penambahan pembimbing ibadah, itu pekerjaan yang luar biasa," ujar Nur Syam.

Ia menjelaskan salah satu yang menjadi tantangan terbesar adalah ketersediaan akomodasi di sana. Seperti penginapan, transportasi, makanan, hingga ruang saat beribadah haji. Meski demikian, Nur Syam menyampaikan segala kendala tersebut sudah berhasil diselesaikan.

“Akomodasi baik di Makkah maupun Madinah telah semua terpenuhi. Sejauh yang kita ketahui, dari rapat-rapat koordinasi, semua persiapan sudah beres," katanya.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis juga menyampaikan beberapa waktu lalu bahwa persiapan akomodasi mencakup penginapan, transportasi, dan katering telah rampung 100 persen. Hingga saat ini, pemerintah hanya masih menunggu pelunasan biaya seluruh jamaah yang masuk dalam kuota haji.

Selain itu, Nur Syam juga menyampaikan pesan khusus untuk para calon jamaah yang akan berangkat ke tanah suci tahun ini. Menurutnya, mereka harus mempersiapkan fisik dengan sebaik-baiknya. “Tidak bisa dipungkiri ibadah haji ini adalah ibadah fisik. Sehingga, kesehatan masing-masing jamaah harus dijaga agar prima,” ungkapnya.

Nur Syam meminta calon jamaah untuk memeriksa kondisi kesehatannya secara teratur. Selain itu, dibarengi dengan melakukan kegiatan atau latihan fisik rutin sebelum berangkat. “Ini penting agar ibadah bisa dilaksanakan dengan optimal. Seorang calhaj juga harus mengetahui bagaimana kondisi kesehatannya. Sehingga, saat berada di Tanah Suci, ia bisa lebih waspada dan koordinasi dengan tim pemandu atau pembimbing haji,” paparnya.

Jamaah lansia menjadi salah satu yang cukup rentan dan harus dalam pengawasan penuh. Mereka yang berusia lebih dari 50 tahun termasuk golongan calon haji risiko tinggi, sehingga perlu penyuluhan khusus di sejak sebelum berangkat.

Apalagi, Pusat Haji Kesehatan Kementerian Kesehatan menyampaikan di Arab Saudi selama musim haji suhunya berkisar 40-44 derajat Celcius. Sehingga, golongan ini rentan terkena dehidrasi dan heat stroke.

Nur Syam menyampaikan tim akan maksimal menjaga kesehatan seluruh jamaah. Secara umum, dia juga meminta Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk bekerja lebih keras dan waspada pada setiap potensi masalah.

“PPIH dan para pejabat harus siaga optimal dan siap dengan segala potensi kendala. Karena bagaimana pun, ini akan berimbas pada kualitas dari penyelenggaraan haji Indonesia tahun ini secara keseluruhan,” tutupnya. (njs/dbs)

 


Back to Top