Gubernur NTB Apresiasi Pendiri Masjid Salman ITB

gomuslim.co.id- Dalam rangkaian acara Talkshow Inspirasi Ramadhan (Irama) yan diselenggarakan di Masjid Salman ITB, Bandung, Gubernur NTB,TGH M Zainul Majdi memberikan ceramahnya. Di awal sambutannya ia sempat mengisahkan perkenalan dirinya dengan Masjid Salman ITB.

"Saya bersyukur bisa hadir di Masjid Salman ITB. Masjid ini membuat adik-adik meletakan diri dalam proses pembangunan umat (Islam) di Indonesia yang luar biasa," pungkas TGH Zainul.

Diceritakannya, saat masih mengenyam pendidikan pesantren di Pancor, Lombok Timur memiliki seorang teman bernama Supratman yang sering berkunjung ke Pulau Jawa, Jakarta, dan Bandung. Kemudian saat pulang ke Lombok, teman tersebut membawa buku Cendikiawan, Imaduddin Abdulrahim.

Kemudian, bersama temannya tersebut ia sering membaca tulisan-tulisan pendiri Masjid Salman ITB itu. Lantas, dari bacaaannya, Gubernur NTB yang sudah menjabat periode kedua ini memiliki pandangan jika berjuang untuk Islam itu tidak mesti berangkat dari pondok pesantren. Akan tetapi bisa dari universitas.

"Maka, kita patut bersyukur bisa menjadi bagian dari institusi luar biasa seperti ITB," pekiknya.

Apalagi, lanjutnya, perguruan tinggi di daerah Jawa menjadi idaman bagi seluruh orang di penjuru Indonesia. “Bang Imad itu hebat bukan karena di ITB, tapi karena mendapat gemblengan Masjid Salman," ungkapnya.

Dia juga menambahkan semangat yang muncul dari buku tersebut adalah bagaimana tauhid tidak hanya kokoh di hati dan tajam di lidah akan tetapi juga membangun peradaban.

"Saya berharap semangat bang Imad yang tertuang dalam buku bisa diwarisi dan lahir ide kreatif untuk terus menghadirkan Islam yang terbaik. Itu yang menbuat saya bersyukur bisa hadir disini menjadi keluarga besar (Salman)," kata dia.

Berdasarkan pendapat ahli tafsir poros utama umat itu berada di masjid. Karena itu, apa yang dilakukan di Masjid Salman ITB oleh siapapun yang tengah belajar harus betul-betul dihargai sebagai proses pembelajaran.

Muhammad Imaduddin Abdulrahim atau Bang Imad adalah salah satu penggagas ICMI, pendiri Masjid Salman ITB, ia lahir di Tanjung Pura, Langkat, 21 April 1931.

Namanya populer melalui kuliah tauhidnya di Kampus ITB. Pihak Salman berinisiatif merekam dan membukukan Kuliah Subuh Bang Imad pada Ramadan 1397H/1977 di Masjid Salman ITB. Isi Kuliah Subuh ini seputar Ilmu Tauhid, Definisi Tuhan, Kepercayaan kepada Tuhan dan mentauhidkan Tuhan, Tauhid dan Kemerdekaan, Tauhid dan Ikhlas, Tauhid dan Konsekuensinya.

Gelar Doktor Filsafat Teknik Industri dan Engineering Valuation diperolehnya dari Iowa State University, Ames, Iowa, Amerika Serikat. Ia adalah penerima Bintang Mahaputra Utama dari Presiden B.J. Habibie pada tanggal 13 Agustus 2000 sebagai pakar dan guru besar dalam bidangnya. (nat/salman/dbs)

 

 


Back to Top