Terima Kunjungan TGB Zainul Majdi, Aher Sampaikan Niat Belajar Pariwisata Halal ke NTB

gomuslim.co.id- Perkembangan wisata halal di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah penghargaan bergengsi Nasional dan Internasional berhasil disabet provinsi bagian Tengah Indonesia itu. Beberapa daerah lain pun kini mulai kepincut untuk menggarap sektor ini, salah satunya adalah Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Baru-baru ini, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menyatakan keinginannya untuk belajar pengembangan wisata halal dari NTB. Pernyataan tersebut disampaikan Aher saat menerima kunjungan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi di Gedung Sate, Senin (05/06/2017). Kunjungan ini dilakukan TGB dalam rangka silaturahim di tengah-tengah Safari Ramadhannya di Kota Bandung.

Aher mengatakan salah satu keunggulan yang diminatinya ialah pariwisata halal yang menjadi keunggulan NTB. "Kita juga ingin belajar pariwisata ke NTB karena pariwisatanya luar biasa. Ada perkembangan yang sangat menarik dan yang unik pariwisata di NTB itu pariwisata syariah. Istilahnya Moslem Friendly Tourism," katanya.

Menurut Aher, NTB sukses memadukan pariwisata syariah dengan potensi keindahan alam yang dimilikinya. Seperti banyaknya masjid yang dibangun di sekitar lokasi wisata. "Kalau masuk kawasan Senggigi ke kawasan kuta ada masjid besar dulu sebelum kita bertemu pariwisata. Insya allah kita juga bikin masjid besar. Di berbagai tempat kita sedang bangun masjid," ujarnya.

Ia berharap Jawa Barat juga bisa mendongkrak wisata halal untuk menarik minat wisatawan. Apalagi sebagian besar masyarakatnya juga penduduk Muslim. “Kami ingin lebih banyak mendatangkan wisatawan. Tentunya dengan konsep wisata halal ini bisa lebih mendongkrak lagi,” ungkapnya.

Sebelumnya, TGB mengatakan saat ini, Provinsi NTB sedang mengembangkan konsep wisata halal. Menurutnya, konsep wisata halal merupakan sebuah terobosan dalam membangun sektor pariwisata dengan tidak melupakan nilai-nilai Islam yang menjadi nafas bagi masyarakat NTB. "Nah wisata halal ini maksud sederhananya adalah berwisata untuk melihat tanda kekuasaan Allah SWT sambil belajar sejarah, agama, dan budaya," ujar TGB.

Selama ini, kata dia, konsep pariwisata kerap diidentikkan dengan hal-hal yang jauh dari nilai-nilai keislaman. TGB mencoba untuk terus berusaha mengubah citra ini menjadi citra yang lebih sejalan dengan nilai-nilai keislaman. "Sekarang pariwisata banyak hal belum pas, kadang diidentikan dengan tidur di pinggir laut. Kita ingin ubah sesuai nilai yang kita yakini," ungkap TGB.

TGB optimistis konsep wisata halal akan membuka lapangan kerja. Dia berharap para tenaga muda, terutama para generasi muda Islam mempersiapkan diri untuk mengisi wadah lapangan kerja wisata halal yang sedang digencarkan Pemerintah Provinsi NTB.

Sementara itu, di Jawa Barat sendiri beberapa daerah kini mulai mengembangkan konsep wisata halal. Beberapa diantaranya seperti Kota Bandung dan Kabupaten Cianjur. (njs/dbs)

 

 


Back to Top