Ini Keunikan Tadarus Alquran Raksasa di Masjid Agung Banyuwangi

gomuslim.co.id- Bulan Ramadhan menjadi ajang pelatihan bagi setiap muslim untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Salah satu tradisi baik yang dilakukan masyarakat muslim adalah tadarus Alquran. Namun ada yang unik dan berbeda dengan tadarus Alquran di Masjid Baiturrahman kota Banyuwangi, Jawa Timur ini.

Hal demikian karena Alquran yang dibaca ukurannya tidak biasa, yakni setinggi 210 sentimeter dan lebar 140 sentimeter. Alquran raksasa tersebut digunakan untuk tadarus atau membaca Al quran secara bersama-sama sejak tahun 2010 lalu. Setiap malam pada bulan Ramadhan, masyarakat turut mengikuti tadarus Alquran raksasa ini.

Menurut Seketaris Umum Masjid Baiturrahman, Iwan Aziez Siswanto, Alquran tersebut ditulis tangan oleh Drs H Abdul Karim dari Pondok Pesantren Bustanul Makmur Genteng dari Senin, 1 Februari 2010 dan selesai pada Kamis, 26 Agustus 2010. Alquran ini kemudian diserahkan ke Yayasan Masjid Agung Baiturahman. "Total sekitar 6 bulan pembuatannya dan anggaran yang digunakan menggunakan APBD sekitar 183 juta," kata Iwan, Minggu (04/06/2017).

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pembuatan Alquran tersebut menghabiskan 32 dus spidol kualitas terbaik dan tinta lebih dari 40 dus. Sedangkan kertasnnya didatangkan dari Jepang. "Kertasnya khusus sehingga tidak mudah robek dan dimakan rayap," ungkap Iwan.

Jika tidak dibaca, Alquran raksasa tersebut disimpan rapi di kotak kayu jati berwarna hijau agar tidak rusak. Selama Ramadhan, ada tujuh orang yang membaca Alquran tersebut secara bergantian. Pembacaan biasanya dimulai dari pukul 20.00 WIB selepas shalat Tarawih dan selesai sekitar 22.00 WIB.

Untuk membuka lembaran Alquran harus melibatkan dua hingga tiga jamaah. Dalam satu malam, mereka membaca satu juz Alquran. "Karena besar, harus ada dua orang untuk membuka satu lembar halaman. Kalau satu orang pasti kerepotan. Alquran ada 30 juz, jika satu malam satu juz nanti pas akhir Ramadhan sudah khatam," katanya.

Alquran raksasa tersebut diletakkan di lantai dua Masjid Baiturahman dan dibaca di tempat tersebut. Para jemaah duduk di lantai sekitar Alquran besar untuk menyimak. Sedangkan pembaca utama duduk di kursi, tepat di depan Alquran raksasa itu.

Ada dua orang di sebelah kanan dan kiri yang akan membantu untuk membuka lembaran Alquran agar tidak rusak dan terlipat.

"Banyak orang yang datang ke sini untuk melihat Alquran raksasa ini. Bahkan ada yang foto untuk kenang-kenangan, termasuk pengantin yang menikah di Masjid Baiturrahman. Pasti foto di depan Alquran raksasa ini," pungkasnya.

Sebagai tambahan, Alquran raksasa ini juga dibaca jamaah setiap peringatan hari besar Islam, seperti tahun baru Hijriyah. Alquran yang ditulis menggunakan tangan ini diklaim oleh pengurus masjid adalah kitab suci terbesar se-Indonesia bahkan se-Asia Tenggara. (njs/dbs)

 

 


Back to Top