Ini Hotel Terjauh untuk Jemaah Haji Indonesia di Makkah dan Madinah

gomuslim.co.id- Persiapan penyelenggaraan haji 2017 sudah hampir rampung. Pemerintah memastikan penyediaan seluruh layanan jemaah haji di Arab Saudi sudah selesai, baik yang terkait akomodasi, transportasi, maupun katering.

Demikian disampaikan Direktur Layanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis baru-baru ini. Ia mengatakan seluruh layanan akomodasi yang disewa minimal setara dengan hotel bintang tiga. Untuk di Makkah, jarak terjauh dari Masjidil Haram adalah 4.398 meter. Sedangkan di Madinah, jarak terjauh dari Masjid Nabawi adalah 1200 meter.

"Tim sudah menyelesaikan pengadaan layanan akomodasi sesuai pedoman yang ada. Ada 154 hotel di Makkah yang berada pada 6 wilayah, Jarwal, Raudhah, Syisyah, Misfalah, Mahbas Jin, dan Aziziah," ujarnya saat memberikan paparan pada Sosialisasi Peningkatan Layanan Jemaah Haji di Arab Saudi 1438 H/ 2017M di Batam, Rabu (07/06/2017).

Lebih lanjut, Sri menuturkan hotel jemaah haji Indonesia terdekat Masjidil Haram berada di Jarwal dengan jarak 963 meter. Sedang wilayah dengan jumlah jemaah haji Indonesia terbanyak berada di Mahbas Jin yang mencapai 47.877 jemaah. "Di sini nanti bisa seperti perkampungan orang Indonesia. Hotel dengan kapasitas terkecil di Mahbas Jin untuk 328 orang, sedang terbesar di Jarwal untuk 21.801 orang," paparnya.

Sebagaimana tahun sebelumnya, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan layanan bus salawat untuk jemaah yang tinggal di hotel dengan jarak sama 1500 meter ke atas. Namun demikian, ada juga hotel dengan jarak kurang dari 1500 meter yang mendapatkan layanan bus salawat, utamanya yang berada pada wilayah dengan kondisi tanah menanjak.

"Kita ingin memberikan layanan terbaik kepada jemaah. Bus Salawat disiapkan 24 jam untuk mengantarkan jemaah dari hotel ke Masjidil Haram dan kembali ke hotel. Kapan jemaah akan ke Majidil Haram, bus siap," katanya.

Tidak hanya di Makkah, layanan akomodasi di Madinah juga sudah siap. Sri Ilham mengaku bahwa ada tantangan tersendiri dalam penyediaan layanan akomdasi di Madinah. Selain karena kuota jemaah seluruh negara kembali normal, jumlah hotel di sekitar Masjid Nabawi juga tidak bertambah, bahkan berkurang karena terdampak rencana perluasan masjid.

"Saat ini ada hotel dengan kapasitas 50ribu di kawasan masjid Nabawi yang dibongkar. Saudi sudah mulai melakukan pembangunan untuk merelokasi hotel di wilayah Markaziah ke terminal hijrah," ujarnya.

Akibat dari itu, ketersediaan hotel di wilayah Markaziah menjadi terbatas. Persaingan semakin ketat seiring Iran yang tahun lalu tidak mengirim jemaah, kini langsung melakukan blocking sewa satu musim sehingga tidak bisa ditempati negara lain. Apalagi, harga yang ditawarkan Iran juga sangat tinggi sehingga mengacaukan harga pasar perhotelan di Saudi.

"Di tengah tantangan yang berat, tim akomodasi mampu menyediakan hotel untuk kebutuhan jemaah dengan jarak terjauh 1.200 meter dari Nabawi," jelas Sri Ilham.

Ketua tim pengadaan layanan akomodasi di Arab Saudi, Nasrullah Jassam menjelaskan bahwa total ada 131 hotel yang telah disewa di Madinah. Dari jumlah itu, 95% hotel berada pada jarak kurang dari 600 meter dari Masjid Nabawi. Sisanya atau 5% berada pada jarak 700 1200 meter, dengan rincian: 17 hotel berada pada jarak di atas 600 meter, 3 hotel pada jarak 1000 1150 meter, sedang satu hotel pada jarak 1200 meter.

"Ada empat hotel yang bareda pada jarak di atas 1 km dan itu akan disediakan layanan bus salawat," tutupnya. (njs/kemenag/dbs) 


Back to Top