Jelang Hari Raya Idul Fitri, Bank Syariah Mandiri Siapkan Uang Tunai Rp1 Triliun

gomuslim.co.id- Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah, Bank Syariah Mandiri (BSM) telah menyiapkan dana tunai sebesar Rp1 triliun termasuk untuk kebutuhan ATM. Direktur Wholesale Banking Kusman Yandi mengatakan masyarakat dapat menukarkan uang dengan pecahan kecil selama stok masih tersedia.

"Untuk penukaran uang tunai, BSM turut menyukseskan program Bank Indonesia (BI) melalui loket penukaran pecahan kecil. Adapun untuk pecahan yang disediakan mulai dari Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000," katanya di Jakarta baru-baru ini.

Sementara itu, induk usaha BSM, Bank Mandiri menyiapkan dana tunai sebesar Rp23,5 triliun atau Rp1,1 triliun/hari untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan uang tunai di masyarakat selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1438 H. Rencananya, dana tunai tersebut 85 persen akan disalurkan kepada masyarakat via mesin ATM, sedangkan 15 persen melalui kantor cabang.

Menurut Direktur Retail Banking Bank Mandiri Tardi, penyiapan dana tunai tersebut meningkat sekitar 10 persen dari nilai yang disiapkan secara harian pada kondisi normal. "Antisipasi ini kami siapkan mengingat perkiraan tingginya kebutuhan uang tunai pada dua pekan sebelum dan sesudah Idul Fitri, terutama saat liburan dan cuti bersama," ujarnya.

Khusus untuk mesin ATM, pihaknya juga bakal meningkatkan pasokan uang tunai menjadi Rp1 triliun per hari, dari sekitar Rp900 miliar per hari, yang akan mulai berlaku pada 12 Juni hingga 23 Juni 2017. Hal ini dilakukan mengingat masa liburan Idul Fitri 1438 H yang akan berlangsung pada 26-30 Juni 2017.

"Dari nilai itu, sebesar 40 persen dari jumlah dana itu akan didistribusikan di wilayah Jabodetabek, sementara 60 persen lainnya akan disalurkan ke kota-kota besar di Indonesia di luar Jabodetabek seperti, Medan, Semarang, Surabaya dan Bandung," terangnya.

Pihaknya juga memastikan seluruh operasional layanan ATM akan tetap terjaga dengan membentuk tim ATM yang akan selalu siaga selama liburan. Di sisi lain, BSM sendiri menargetkan pertumbuhan aset di atas 12 persen di sepanjang 2017. Adapun kinerja BSM secara keseluruhan mengalami penguatan baik dari sisi pendanaan maupun dari sisi pembiayaan. Dalam catatan per April 2017, aset BSM mencapai Rp83,11 triliun atau mengalami kenaikan dibandingkan dengan posisi aset per April 2016 yang sebesar Rp71,70 triliun, atau tumbuh sebanyak 15,91 persen.

Pembiayaan per April Rp54,78 triliun naik 7,3 persen dibandingkan dengan per akhir April 2016 yang sebesar Rp51,05 triliun. Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), BSM mencatatkan pertumbuhan sebanyak 16,67 persen yang semula sebesar Rp63,36 triliun menjadi Rp73,91 triliun per April 2017.

Dengan kinerja yang baik di awal tahun, kata dia, manajemen BSM optimistis dapat mencapai target kinerja 2017 sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB). Berbagai macam strategi siap dilakukan guna mencapai target dimaksud. "Kami bersyukur komposisi dana kita sudah lebih tinggi dana murah dengan komposisi 53,99 persen," kata Kusman. (njs/bsm/dbs)

 


Back to Top