Jelang Mudik Lebaran, Pemprov Jawa Tengah Rampungkan Pembangunan Ruas Tol

gomuslim.co.id- Serangkaian rute arus mudik tengah dipersiapkan oleh masing-masing provinsi di tanah air jelang lebaran 2017. Pada H-7 lebaran mendatang, Brebes Timur, Kabupaten Brebes hingga Weleri, Kabupaten Kendal bakal akan dapat diakses melalui jalan tol. Sehingga jalan nasional yang akan dilalui pemudik bermobil pribadi terus berkurang di Jawa Tengah. Namun, di beberapa ruas tol ini kondisinya belum rampung 100 persen. Sebagian ruas masih berupa lean concrete (LC) atau beton tipis yang hanya bisa dilalui dengan kecepatan maksimum 40 hingga 50 kilometer per jam.   

Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hadi Santoso mengatakan, dua pekan menjelang arus mudik Lebaran, pemerintah terus mempercepat pembangunan jalan tol di pantura Jawa Tengah.

“Khususnya ruas tol yang menghubungkan Brebes Timur-Pemalang-Kendal serta Kendal-Semarang. Saat ini, proses pengerjaan jalan tol terus mengebut sejumlah jembatan penghubung dan pekerjaan berupa perkerasan beton tipis,” papar Hadi.

Pihaknya berharap agar jalan tol ini sudah dapat optimalkan untuk dilalui para pemudik, meski sifatnya masih sebatas fungsional. Sementara itu, melihat progres pekerjaan infrastruktur jalan tol dipastikan akan fungsional hingga Weleri.

Kemudian, ruas tol dari Brebes Timur hingga Weleri sudah berupa LC dengan ketebalan 10 centimeter. Sedangkan proses pengerjaan jembatan jembatan yang menyambungkan ruas ini diprediksi beres pada H-10 Lebaran nanti. Dengan begitu jalan nasional yang bakal dilalui para pemudik hanya dari Weleri hingga Semarang.

“Supaya jalan tol dari Brebes Timur hingga Kendal ini bisa berfungsi dengan baik, pemerintah telah menggelontorkan anggaran hingga Rp 73 miliar. Angaran itu dipergunakan untuk pengerasan, penerangan, rambu-rambu dan perbaikan akses keluar menuju jalan arteri kabupaten,” terangnya.

Kendati demikian, para stakeholder juga harus mengantisipasi potensi kemacetan yang berpeluang besar bakal terjadi. Terutama di sejumlah exit tol yang ada di ruas Brebes Timur hingga Weleri.

Ada exit tol yang disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan yang mungkin terjadi di jalur tersebut. Skenarionya, jika ada kemacetan kendaraan di exit tol Weleri maka kendaraan berikutnya distop di exit tol Pemalang.

Sementara itu, exit tol Pemalang dibuat untuk mengendalikan penumpukan kendaraan dan menghindari kemacetan sesuai dengan kebutuhan serta kondisi di lapangan juga disiapkan jalur alternatif untuk memecah kepadatan lalu lintas.

“Untuk wilayah Kabupaten Tegal, nantinya ada tiga exit tol yang disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan di Ujungrusi, Kecamatan Adiwerna; Balamoa, Kecamatan Pangkah dan Kecamatan Warureja,” jelasnya.

Exit tol sementara ini digunakan dengan sistem buka tutup melihat kondisi arus di jalan tol. “Sistemnya buka tutup melihat situasi dan kondisi. Kalau tidak ada antrean, exit ditutup,” kata dia.

Selain exit darurat, sejumlah‎ rest area juga akan disediakan di dalam ruas tol. Di rest area tersebut, selain bisa beristirahat sejenak dan disediakan toilet, pemudik juga bisa mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Ada tujuh tempat rest area sementara, masing- masing di ruas tol Pejagan-Pemalang yang berada di KM 296A, KM 311A dan KM 303A. Di ruas Pejagan-Pemalang di KM 341+600A dan KM 367+200A, dan di ruas Batang- Weleri di KM 402A dan KM 448A,” paparnya.

Sementara itu, untuk mencegah terjadinya kemacetan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang telah megirimkan surat edaran pemberhentian sementara operasional angkutan barang saat arus mudik/balik Lebaran tahun 2017.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang, Prayitno Sudaryanto mengatakan surat edaran tersebut telah dilayangkan kepada Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Semarang, Disnaker (Dinas Tenaga Kerja) dan perusahaan- perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Semarang.

“Angkutan barang dilarang beroperasi atau melintas di jalan Kabupaten Semarang mulai H-4 dan H+3 Lebaran nanti. Kecuali untuk angkutan BBM, sembako, ternak serta ekspedisi pos,” pungkasnya. (nat/dbs)


Back to Top