Gandeng BAZNAS dan BRI Syariah, UIN Jakarta Optimalisasi Pengumpulan Zakat

gomuslim.co.id- Sebagai langkah untuk mengoptimakan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah menandatangani nota kesepahaman (MoU). Kerjasama pengumpulan tersebut akan terjaring melalui Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai), Payment Point Online Banking (PPOB) dan gerai retail BRI Syariah.

Perjanjian kerjasama ini ditandatangani oleh Ketua Baznas Bambang Sudibyo dan Dirut BRI Syariah Hadi Santoso. Penandatanganan digelar usai seminar Prospek Laku Pandai Perbankan dalam Pengembangan Zakat Indonesia di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Rabu (07/06/2017).

Dalam sambutannya, Bambang Sudibyo mengatakan kerja sama tersebut akan semakin mendekatkan BAZNAS dengan masyarakat. Hal itu lantaran jaringan Laku Pandai yang saat ini sudah tersebar hingga pelosok, menjadikannya lebih mudah dijangkau masyarakat.

“Kami terus berinovasi dan menggandeng mitra strategis untuk melayani masyarakat menunaikan zakat. Kini melalui jaringan Laku Pandai BRI Syariah, masyarakat semakin punya banyak pilihan, tinggal dipilih mana yang paling memudahkan,” ujarnya.

Laku Pandai sendiri merupakan program yang diluncurkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Program itu memungkinkan masyarakat untuk dapat membuka rekening tabungan, menabung dan menarik dana tunai melalui perantara agen bank.

Sementara itu, Direktur Utama BRI Syariah Moch. Hadi Santoso, mengatakan kerjas sama Baznas dan BRI Syariah mencakup layanan baru pembayaran ZIS melalui jaringan Laku Pandai, maupun Payment Point Online Banking (PPOB) dan toko retail BRI Syariah.

“Kami juga akan meningkatkan layanan lainnya seperti penjualan Tabungan Kurban serta co-branding Kartu Nomor Pokok Wajib Zakat (NPWZ) yang dikeluarkan oleh Baznas dengan beberapa produk dari BRI Syariah,” katanya.

Dia menjelaskan bersamaan dengan penandatangan memorandum of understanding tersebut BRI Syariah juga menyerahkan dana zakat perusahaan periode 2017 sebesar Rp1,5 miliar ke Baznas untuk disalurkan kepada yang berhak.

Menurutnya, tahun lalu BRI Syariah menyampakan kepada Baznas dana ZIS sebesar Rp4,2 milyar yang berasal dari kewajiban para direksi, karyawan dan laba usaha BRI Syariah serta titipa dari masyarakat.

Dalam rangkain acara seminar Prospek Laku Pandai Perbankan dalam Pengembangan Zakat Indonesia itu juga ditandatangani kerja sama pengelolaan dan penyaluran ZIS antara Baznas dan Fakutas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Pada kesempatan yang sama, BAZNAS juga menandatangai nota kesepahaman dengan UIN Jakarta tentang optimalisasi zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat. Wilayah kerjasamanya sendiri mencakup pendidikan, penelitian, penulisan buku, dan pengabdian masyarakat dalam paradigma optimalisasi fungsi zakat sebagai sarana keagamaan sekaligus instrumen pemberdayaan umat.

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Dr Dede Rosyada menuturkan bahwa zakat merupakan sarana keagamaan yang berdampak pada kemandirian sosial ekonomi umat. “Zakat bisa menjadi instrumen ekonomi yang penting dalam menaikan derajat hidup umat. Dengan zakat kita bisa mengurangi kebodohan, kemiskinan, dan ketertinggalan hidup mereka,” ungkapnya. (njs/dbs)

 


Back to Top