Layani Nasabah, BRI Syariah Siapkan Dana ATM Jelang Libur Lebaran 2017

gomuslim.co.id- Kebutuhan uang tunai menjelang lebaran selalu meningkat setiap tahunnya. Hal ini menginspirasi BRI Syariah untuk memberikan pelayanan kepada seluruh nasabahnya. Salah satunya dengan menyiapkan dana sebesar Rp 225 miliar untuk kebutuhan masyarakat selama libur Hari Raya Idul Fitri 2017.

Menurut Direktur Utama BRI Syariah, Hadi Santoso dana tersebut akan disiapkan melalui mesin-mesin ATM BRI Syariah yang tersebar di seluruh Indonesia. Persiapan kebutuhan uang tunai tersebut disesuaikan dengan rata-rata transaksi harian dan mingguan yang memang ramai dikunjungi.

“Berbeda dari tahun lalu, kebutuhan uang tunai ini meningkat menjadi Rp 225 miliar, dari Rp 175 miliar pada tahun lalu. Selama libur lebaran, BRI Syariah akan tetap melayani nasabah selama 24 jam," ujar Hadi di Kantor BRI Syariah, Jakarta, Kamis (08/06/2017).

Lebih lanjut, Hadi menambahkan seperti tahun-tahun yang lalu, tahun ini BRI Syariah juga melayani penukaran uang baru untuk nasabah, namun tentu saja dibatasi jumlahnya sesuai dengan melihat ketersediaan uang baru yang ada di cabang-cabang.

Selain itu, mobil ATM BRI Syariah juga akan dimanfaatkan untuk melayani nasabah saat Iibur lebaran, terutama di lokasi-Iokasi yang jauh dari ATM BRI Syariah. "Nasabah juga bisa bertransaksi di mesin 24.352 ATM BRI, 49.000 jaringan ATM Bersama dan 98 jaringan ATM Prima," papar Hadi.

Untuk melayani pengaduan, BRI Syariah juga telah menyiapkan Call BRIS 1500789 untuk menerima pengaduan nasabah atas permasalahan ATM. "Selain itu, Call BRIS 1500789 juga akan terus memonitor performa mesin ATM BRI Syariah, sehingga jika ada mesin yang bermasalah, maka bisa diketahui dan diperbaiki," ungkapnya.

Layanan perbankan elektronik (e-channel) seperti ATM MobileBRIS, SMS Banking, internet banking, cash management system (CMS) dan Laku Pandai (BRISSmart) dan personil IT BRI Syariah disiapkan untuk memantau dan menjaga ketersediaan layanan tersebut. Saat ini, BRI Syariah memiliki 504 mesin ATM yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Nasabah juga bisa bertransaksi di mesin 24.352 ATM BRI, 49.000 jaringan ATM Bersama dan 98 jaringan ATM Prima," ujarnya.

BRI Syariah juga telah menyiapkan Call BRIS 1500789 untuk menerima pengaduan nasabah atas permasalahan ATM. "Selain itu, Call BRIS 1500789 juga akan terus memonitor performa mesin ATM BRI Syariah, sehingga jika ada mesin yang bermasalah, maka bisa diketahui dan diperbaiki," terang dia.

Di sisi lain, BRI Syariah optimistis kinerja tahun ini dapat tumbuh signifikan seiring perbaikan sektor ekonomi. Hadi Santoso menargetkan, tahun ini, pihaknya membukukan pertumbuhan pembiayaan sebesar 23%. "Target pembiayaan kami 23%, semoga bisa lebih banyak (permintaan pembiayaan) di semester II 2017," ujarnya.

Selain pembiayaan, perseroan juga menargekan rasio kredit bermasalah atau non performing financing (NPF) dapat terjaga di bawah 5% hingga akhir tahun. Adapun, sampai April 2017 NPF BRI Syariah terjaga di level 4,86%. Meski terbilang tinggi, rasio tersebut turun dibandingkan NPF akhir tahun 2016 yang berada di level 4,96%.

Dari sisi laba, anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ini optimistis pada penghujung 2017 mampu meraup laba bersih mencapai Rp 121 miliar. Per April 2017, BRI Syariah baru membukukan laba sebesar Rp 52 miliar. "Belum tumbuh signifikan, kami target (akhir tahun) laba net Rp 121 miliar, kalau gross sekitar Rp 260 miliar. Jadi, tambah Rp 90 miliar dibanding Desember 2016," paparnya.

Menurut Hadi, pertumbuhan laba hingga akhir April 2017 belum sesuai harapan, lantaran masih belum derasnya ekspansi perseroan. Selain itu, pendapatan berbasis komisi alias fee based income juga masih tumbuh tipis. "Fee based itu sebenarnya bisa diambil dari tabungan, tapi biaya administrasi tabungan kami sudah gratiskan, tidak mungkin kita naikkan kembali," tuturnya.

Sekadar informasi, laporan keuangan perseroan bulan April 2017 menunjukkan, pembiayaan BRI Syariah hanya tumbuh 4,98% secara yoy menjadi Rp 18 triliun. Sementara, dana pihak ketiga (DPK) naik 24,53% yoy menjadi Rp 23,49 triliun. Kendati demikian, laba per April 2017 masih turun 33,89% yoy menjadi Rp 45,15 miliar. (njs/dbs)


Back to Top