Begini Perkembangan Komunitas Muslim di Republik Ceko

gomuslim.co.id- Komunitas muslim di Benua Biru kini semakin menjamur. Hal ini seiring dengan pesatnya perkembangan Islam di beberapa Negara. Salah satunya adalah di Negara Republik Ceko. Komunitas muslim menjadi tempat kedua yang memenuhi dan mewakili kebutuhan masyarakat muslim setelah Masjid-masjid di kota Brno dan Praha.

Seorang tokoh media, penerbit Alquran dan terjemahan Rhiyadusalihin, Mohammed Abbas dalam bahasa Ceko membentuk komunitas Islam. Saat ini, mereka sedang mengumpulkan tanda tangan hingga 300 orang agar dapat diresmikan oleh negara, sehingga mendapatkan pendanaan.

“Komunitas ini diharapkan dapat menyewa, membangun, dan mengelola pusat Islam serta mendirikan sekolah Islam. Selain itu, setelah 10 tahun dapat meminta hak istimewa me nyediakan kebutuhan ibadah tentara dan warga binaan di penjara serta mendukung pernikahan secara Islam,” ujarnya.

Selain itu, seorang wanita mualaf Jitka Cervinko membuat komunitas Islam daring berbasis Facebook dengan grup Muslim dari Republik Ceko. Sejak November 2008 dibuat, anggotanya telah mencapai 300 orang.

Kehadiran Islam pertama kali di Ceko tercatat dalam sebuah dokumen karya Ibrahim ibn Jaqub pada 964-965. Dia merupakan Muslim berdarah Yahudi yang berasal dari Spanyol.

Tulisannya kemudian diterbitkan menjadi sebuah sumber cerita pertama mengenai penyebaran Islam di Eropa Tengah. Dalam tulisan tersebut, penyebaran Islam terjadi saat tentara Ottoman mengepung Wina hingga Moravia.

Kemudian, ketika hubungan dagang antara kekaisaran Austria-Hongaria dan Ottoman muncul pada abad ke-19. Namun, pengaruh Islam terhadap kehidupan Ceko masih sangat minim.

Ceko sebelumnya merupakan wilayah bagian dari Kerajaan Austria Hungaria. Pada 1912 undangundang ditetapkan bahwa kerajaan mengakui Islam sebagai sebuah agama resmi.

Kerajaan Austria juga ketika itu mengizinkan Komunitas Muslim pertama, yaitu Muslimske Nabo zenske Obce Pro Ceskoslovensko pada 1934. Tapi, pada 1949 komunitas tersebut dibubarkan.

Kemudian, umat Muslim Ceko berusaha kembali mendirikan komunitas Muslim baru pada 1968, tapi gagal. Baru pada 1991 pusat komunitas Muslim Ceko berdiri. Mereka menamakan organisasinya dengan sebutan Ustredi Muslimskych Nabozenskych Obci.

Di sisi lain, Umat Islam di Ceko merupakan kelompok minoritas di tengah masyarakat yang mayoritas atheis. Islamofobia di Ceko sangat besar. Media menggambarkan Islam dekat dengan kekerasan, teroris, hedonis, berjanggut panjang penghuni gua, dan merencanakan kehancuran dunia Barat.

Namun, umat Muslim di Ceko masih tetap berusaha menghilangkan stigma negatif yang diidentikkan kepada mereka. Salah satu upaya yang dilakukan adalah ketika khutbah di enam masjid Praha menggunakan bahasa yang berbeda, seperti bahasa Ceko, Inggris, Rusia, dan Turki. Ini merupakan bagian dari cara untuk mengintegrasikan Islam dengan masyarakat Ceko.

Kondisi sulit juga dirasakan terkait urusan mendirikan masjid. Sejak 1998, masjid pertama dibangun di Brno. Setahun kemudian, masjid kedua dibangun di ibu kota Ceko, Praha.

Perkembangan Muslim di Ceko mengalami hambatan pada 2002. Umat Muslim ketika itu berusaha membangun masjid ketiga di kota lainnya, tetapi ditolak oleh warga. Ruang shalat sangat padat setiap Jumat, sehingga terpaksa harus menggelar shalat Jumat dua kali. Ketika shalat Id, seperti Idul Adha dan Idul Fitri mereka menyewa aula olahraga.

Meskipun, mendapat penolakan dari masyarakat, pada 2004 Islam kembali terdaftar sebagai agama resmi di Ceko. Sesuai dengan aturan yang berlaku, masyarakat yang memiliki agama berhak mendapatkan dana dari negara untuk kegiatan dan tempat ibadah. (njs/dbs)

 


Back to Top