Gelar Undian Pemondokan Jemaah Haji, Ini Penjelasan Sekjen Kemenag

gomuslim.co.id- Dalam rangka memberikan keadilan untuk penempatan pemondokan jemaah haji Indonesia di Makkah Arab Saudi, Kementerian Agama (Kemenag) kembali menggelar qur'ah  atau pengundian di Jakarta, Senin (12/06/2017). Pengundian ini dilakukan oleh Sekjen Kemenag Nur Syam, mewakili Menag Lukman Hakim Saifuddin yang berhalangan hadir.

"Dalam rangka memenuhi aspek keadilan penempatan jamaah haji di Makkah, Kementerian Agama melakukan Qurah bagi penempatan jamaah haji pada maktab-maktab di Makkah," ujar Nur Syam.

Lebih lanjut, Nur Syam mengatakan dengan pengundian tersebut maka diharapkan para jemaah dapat ditempatkan dengan baik. "Ada peningkatan jumlah haji meskipun jumlah haji kita bertambah tetapi kita tetap bisa menempatkan mereka dengan baik," ujarnya.

Nur Sam juga mengatakan bahwa pihaknya pada tahun ini berhasil melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp 74 miliar untuk penempatan jemaah haji di hotel yang telah ditunjuk Kemenag di Mekkah. "Bahwa berdasarkan kerja keras yang dilakukan tim Haji kita tahun ini kami mengalami efisiensi yang sangat besar Rp 74 miliar kita bisa hemat tanpa mengurai standar pelayanan," tuturnya.

Selain itu, Nur Syam menjamin seluruh visa keberangkatan akan selesai pada kloter pertama. "Kita punya pengalaman menghadapi visa itu tidak boleh terjadi lagi, prinsipnya seluruh visa harus selesai saat pemberangkatan pertama, itu yang kita harapkan," imbuhnya.

Di sisi lain, jika terjadi penumpukan jemaah, Nur Sam mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan maskapai terkait untuk menangani keberangkatan para jemaah ke tanah suci. "Kita sudah berkoordinasi dengan pihak Garuda dan Saudi Airlines saya rasa itu sudah bisa diprediksi tingkat penumpukan itu tidak akan berkurang," jelasnya.

Nur berharap pihaknya dapat terus meningkatkan pelayanan dengan baik agar proses administrasi para calon jemaah haji dapat lebih baik dan lancar. "Harapan kita mudah-mudahan berdasarkan pelayanan kita sampai saat ini semakin bagus," tandasnya.

Menurut Nur Syam, tata kelola pemondokan jemaah haji merupakan komponen penting dalam tugas pelayanan terhadap jemaah haji di Arab Saudi. Bahkan, aspek ini menjadi salah satu penentu keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji.

Hal ini bukan perkara mudah, mengingat kuota jamaah haji Indonesia, tahun 2017 meningkat menjadi 221.000 (dua ratus dua puluh satu ribu). Sebanyak 204.000 (dua ratus empat ribu) untuk jamaah haji reguler dan 17.000 untuk jamaah haji khusus.

"Upaya perbaikan telah dilakukan dari waktu ke waktu untuk mendapatkan pemondokan yang baik, mulai dari penyewaan lebih dini, memperbaiki sistem penyewaan, dan lain sebagainya," terangnya dalam acara yang dihelat Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) ini.

Selain pemondokan, lanjut Nur Syam, Kemenag juga telah melakukan sejumlah upaya perbaikan dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Pertama, peningkatan pelayanan embarkasi dengan pemberian bantuan pengembangan dan standardisasi asrama haji.

Kedua, peningkatan pelayanan konsumsi jamaah haji di Makkah, yaitu penambahan satu kali snack selamat datang atau selamat jalan. "Sedang pada tahun sebelumnya tidak ada," terangnya.

Ketiga, peningkatan kualitas layanan transportasi jamaah haji antarkota perhajian di Arab Saudi dan bus shalawat. "Kendaraan di-upgrade, dengan jumlah 359 bus," tuturnya.

Upaya perbaikan yang terus dilakukan Kementerian Agama ini tiada lain untuk perbaikan dan kenyamanan para jamaah. Mudah-mudahan, pada tahun ini, tingkat kepuasan jemaah akan semakin baik, seiring dengan peningkatan layanan-layanan tersebut di atas, harap Nur Syam.

Hadir dalam acara ini Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher, Ketua Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) Samidin Nashir, Pejabat Eselon I dan II Pusat Kementerian Agama, Kepala Kanwil Kementerian Agama seluruh Indonesia, Kepala Bidang Haji seluruh Indonesia. (njs/kemenag/dbs)


Back to Top