Ini Optimisme OJK Terhadap Perkembangan Industri Keuangan Syariah Tanah Air

gomuslim.co.id- Industri keuangan syariah tahun ini diyakini tumbuh lebih baik dari tahun sebelumnya. Hal ini lantaran tekanan yang dihadapi industri keuangan syariah tidak sebesar tahun lalu sehingga hanya tumbuh tipis.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad baru-baru ini. Ia menuturkan bahwa pada tahun ini dari rencana bisnis bank, diperkirakan ekspansi pembiayaan akan tumbuh hingga melebihi 20 persen. Apalagi menurut Muliaman, rasio pembiayaan bermasalah (Non Performing Financing/ NPF) sudah teratasi dan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) juga terjaga dengan baik.

"Sekarang sudah mulai fully recovered, tapi kan karena tahun lalu banyak berbenah, maka tumbuh tipis. NPF (pembiayaan bermasalah sudah teratasiTapi kita harapkan tahun ini akan mulai tumbuh lebih bagus lagi. Tahun ini menjadi tahun pembenahan lagi," kata Muliaman, Senin (12/6/2017).

Sementara itu, bisnis Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Syariah juga diproyeksikan tumbuh melebihi 20 persen. Saat ini OJK tengah melakukan berbagai kajian untuk mendorong pertumbuhan industri asuransi syariah. Salah satunya adalah kemungkinan untuk memberikan izin operasional asuransi jiwa dan asuransi umum dalam satu wadah perusahaan.

Kajian tersebut berdasarkan penilaian pelaku industri asuransi syariah yang mengeluhkan pertumbuhan yang masih tipis. Muliaman mengungkapkan bahwa pihaknya masih mendiskusikan aturan terkait hal tersebut.

"Saya sudah mendengar masukan itu, saya sudah minta teman-teman (OJK) mempelajarinya, mudah-mudahan bisa. Tapi masih terus kita kaji. Dengan seperti itu saya kira bisa tumbuh lebih bagus, karena jauh lebih praktis," katanya.

Lebih jauh, Muliaman menekankan agar industri keuangan syariah, baik perbankan, IKNB dan pasar modal, perlu melakukan pengkayaan produk dan terus berinovasi. Peranan teknologi juga perlu dimasukkan, karena produknya harus lebih bersaing.

"Kemarin kan OJK memberikan keleluasaan agar produk keuangan syariah bisa dijual di jaringan induknya. Jadi tidak mesti bikin kantor cabang, mestinya ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi," kata Muliaman.

Di sisi lain, saat ini jajaran dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2022 telah terpilih. Industri asuransi syariah menaruh harapan kepada jajaran baru ini terkait dengan asuransi syariah.

Managing Director Sharia Allianz Life Indonesia, Ronny Iskandar, berharap OJK memberikan stimulus untuk merangsang pertumbuhan industri ini. “Kalau harapan kami dari pelaku industri, bagaimana OJK membuat peraturan untuk syariah yang ada stimulusnya, ada yang mendorong kami dari sisi regulasi. Selama ini, regulasi (asuransi syariah) memang agak terlambat daripada konvensional,” kata Ronny.

Jika ada aturan asuransi syariah, kata dia, industri asuransi syariah tidak akan ragu untuk melangkah. Ronny menyebut salah satu minimnya regulasi terkait dana pensiun syariah. Dikatakannya, kebutuhan dana pensiun syariah sudah banyak, namun aturan anuitas syariah belum ada. “Dengan adanya dewan komisioner baru, hal-hal seperti di-minimize,” kata Ronny.

Direktur Utama PT Jasindo Syariah, Firman Sofyan, juga mengatakan hal yang sama. Perusahaan ini mengharapkan dewan komisioner baru OJK bisa mengembangkan industri syariah. Salah satunya menggabungkan asuransi jiwa syariah dengan asuransi umum syariah dalam satu wadah.  “Kayaknya lebih menarik buat kami. Kalau dipisah, jadi agak sulit berkembang,” kata Firman. (njs/dbs)


Back to Top