Persiapan Ibadah Haji Indonesia Masuk Tahap Akhir

gomuslim.co.id- Berbagai persiapan haji di Arab Saudi mulai dirampungkan, bahkan saat ini persiapan sudah masuk tahap akhir. Direktur Penyelenggara Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis mengatakan pembagian kloter dan urutan penerbangan seluruh embarkasi telah dilaksanakan.

Selain itu, persiapan pelaksanaan haji di Arab Saudi di antaranya akomodasi pemondokan, transportasi dan konsumsi. Akomodasi hotel bervariasi dari mulai jarak, kualitas dan kapasitas serta harga, meskipun akomodasi yang ditetapkan sesuai dengan standar pelayanan minimal. 

“Indonesia sendiri, menyewa hotel di Makkah selama satu musim sedangkan di Madinah semi musim. Sehingga, untuk hotel di Makkah harus melalui qur'ah untuk menciptakan rasa keadilan bagi jamaah di setiap daerah,” ujar Sri.

Kemudian, jumlah maktab untuk jamaah Indonesia sebanyak 70 maktab. Masing-masing maktab untuk tujuh sampai delapan kloter dengan jumlah 3.000 jamaah per maktab. 

Tahun ini, jumlah pemondokan di Makkah berjumlah 155 gedung ditambah berkapasitas 208.190 orang dengan tiga gedung cadangan berkapasitas 1.323 setara Bintang tiga. Dengan adanya perluasan masjidil haram hingga saat ini berdampak pada radius pemondokan jamaah haji  di Makkah,  terjauh mencapai 4.398 meter.

Sri menambahkan, sedangkan untuk hotel di Madinah menyewa 131 hotel dengan jarak terjauh 1.200 meter. Hunian di Madinah berada di wilayah Markaziyah, Syimaliyah, Gharbiyah, Janubiyah dan sekitar Markaziyah. 

“Untuk membantu jamaah, Kemenag telah membuat video tutorial saat menginap di hotel baik penggunaan fasilitas dan pelayanan hotel,” kata dia.

Pihaknya mengatakan untuk tidak perlu khawatir terkait jarak yang lebih dari satu kilometer. Karena Kemenag telah menyiapkan bus shalawat yang beroperasi 24 jam untuk pemondokan yang jaraknya lebih dari satu kilometer. 

Kemudian, bus shalawat juga telah ditingkatkan kualitasnya. Dan tak hanya bus shalawat, bus antar kota dan bus jemputan bandara juga mengalami peningkatan kualitas.

Sedangkan untuk katering, makan selama berhaji tadinya hanya 24 kali tahun ini ditambah satu kali ketika tiba di Saudi. Katering akan memasak makanan cita rasa khas Indonesia yang disesuaikan dengan lidah jamaah orang Indonesia dari berbagai nusantara. (nat/dbs)


Back to Top