Puluhan Varian Hansaplast Terima Sertifikat Halal MUI

gomuslim.co.id- Perkembangan pasar industri produk halal di dunia kian pesat. Sejumlah perseoran berlomba-lomba menghadirkan produk-produk halal unggulannya agar diterima pasar. Apalagi di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim, kebutuhan akan produk halal sangat tinggi. Tidak hanya makanan dan minuman, tetapi juga obat-obatan dan kosmetik.

Baru-baru ini, brand plester di Indonesia, Hansaplast menerima sertifikasi halal dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). Tercatat, ada 20 varian Hansaplast yang tersertifikasi. Produk tersebut diproduksi di pabrik PT Beiersdof di Malang Jawa Timur.

Marketing Manager Hansaplast PT Beiersdof Indonesia, Setiawan Saputra, mengatakan untuk tahap awal, varian yang mendapatkan sertifikasi halal adalah yang berbahan kain dan produksi lokal, seperti Hansaplast Koy, Medical Plaster, Roll Plaster, Kain elastis, dan hansaplast fun.

"Kami memahami kebutuhan konsumen di Indonesia yang menginginkan produk yang aman digunakan. Karena itu, kami sangat bangga dapat menerima sertifikasi halal ini yang merupakan wujud komitmen Hansaplast dalam menyediakan produk dengan standar kualitas tinggi dan memenuhi persyaratan halal," ujarnya.

Dia menambahkan saat ini mereka sendiri memiliki 29 varian. Untuk 9 varian lainnya, merupakan produk impor yang akan juga disertifikasi selanjutnya. Varian Hansaplast yang mendapat sertifikasi halal akan dilengkapi dengan logo halal dan akan mulai beredar di pasaran secara bertahap pada Juli sampai Agustus 2017, berdasarkan prosedur yang telah dikonsultasikan dengan pihak LPPOM MUI.

"Dengan sertifikasi halal ini, kami mengharapkan kepercayaan konsumen terhadap Hansaplast meningkat karena produk yang digunakan sudah halal," tambahnya

Terkait hal sama, Regulatory Affair Manager PT Beiersdof Indonesia, Murni Harniningsih, menjerlakan proses sertifikasi halal dimulai sejak November 2016 melalui sistem CEROL dan memakan waktu kurang lebih 18 minggu.

Sebelum disertifikasi, karyawan mendapatkan pelatihan seputar halal dari pihal LPPOM MUI dan internal, sehingga implementasi sistem Jaminan Halal (SJH) pada fasilitas produksi Hansaplast dapat disiapkan dengan baik sesuai arahan SJH 2300 dari LPPOM MUI.

Osmena Gunawan Wakil Direktur LPPOM MUI menyatakan apresiasinya terhadap Hansplast yang terlah mensertifikasi produknya. :Kami sangat menghargai komitmen Hansaplast dalam menjalakan SJH secara transparan dan kooperatif, melalui sejumlah persyaratan ketat sesuai aturan yang berlaku. Kami berharap langkah ini dapat menjadi referensi bagi brand lain," ujarnya.

Sebagai tambahan, saat ini pemerintah sedang berupaya mengembangkan industri halal di Tanah Air. Salah satu hal yang dilakukan adalah dengan mendorong pengusaha makanan dan minuman melabeli produk mereka dengan cap halal.

Di sisi lain, permintaan akan produk halal di pasar global amat tinggi. Label halal dapat menjadi diferensiasi untuk memperkuat daya saing produk Indonesia. Apalagi saat ini pengetahuan masyarakat tentang pentingnya menggunakan produk-produk halal terus berkembang. (njs/dbs)

 


Back to Top