Dorong Pelaku UMKM, Pemprov Bangka Belitung Siap Berikan 1.000 Sertifikat Produk Halal

gomuslim.co.id- Sebagai upaya meningkatkan produk usaha mikro kecil menengah (UMKM), Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) akan menerbitkan 1.000 sertifikat halal produk pangan. Hal ini dilakukan agar pelaku usaha dapat terus bertahan ditengah ketatnya persaingan.   

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman menegaskan bahwa bantuan sertifikat halal produk pangan tersebut diberikan secara gratis. Ia meminta segara melaporkan jika ada petugas meminta biaya.

“Bantuan sertifikat halal produk makanan dan minuman khas daerah ini, sebagai jaminan keamanan halal kepada konsumen sehingga dapat meningkatkan permintaan pasar lokal, nasional dan internasional. Mudah-mudahan bantuan 1.000 sertifikat halal produk UMKM ini tuntas pada awal 2018," ujarnya di Pangkalpinang, Rabu (14/06/2017).

Lebih lanjut, ia berharap dengan adanya bantuan ini dapat memotivasi pelaku usaha untuk berinovasi dalam memproduksi berbagai produk makanan dan minuman khas daerah ini. "Kami berharap UMKM terus belajar dalam meningkatkan kualitas rasa, tampilan produk dan lainnya. Namun yang terpenting pelaku usaha untuk lebih mengutamakan kehalalan produk," katanya.

Menurut dia, produk halal sangat penting dalam meningkatkan kualitas, kuantitas dan pemasaran produk pangan, karena masyarakat akan lebih tenang membeli dan mengonsumsi produk pangan khas daerah itu.

Tidak hanya itu, produk pangan halal ini juga untuk melindungi anak-anak dari makanan berbahaya. Mereka harus mendapatkan makanan yang aman dan bergizi.

"Bagi UMKM yang belum memiliki sertifikat halal untuk segera mengajukan permohonan bantuan, agar dinas terkait mudah menyalurkan bantuan sertifikat halal produk makanan dan minuman khas daerah ini," ungkapnya.

Pemprov Babel juga berencana mendata produk usaha mikro kecil menengah untuk dipasarkan di pasar internasional, guna meningkatkan pertumbuhan UMKM dan ekonomi masyarakat di daerah itu. "Pada Oktober tahun ini kami akan mulai mendata produk-produk UMKM yang layak dan pantas untuk 'go internasional'," kata Erzaldi.

Ia menjelaskan, dari segi kualitas, cita rasa produk pangan perikanan UMKM sudah baik dan pantas dipasarkan di pasar global. Namun dari segi kemasan harus lebih ditingkatkan guna menarik minat masyarakat global.

"Produk pangan UMKM ini sudah banyak menembus pasar nasional, karena mereka rata-rata memasarkan produk secara online," katanya.

Jumlah usaha perikanan mencapai 3.580 unit terdiri dari 1.834 unit usaha pengolahan dan 1.746 unit usaha pemasaran hasil perikanan tersebar di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung dan Belitung Timur.

"Kalau produk UMKM ini mau dipasarkan di pasar global harus memenuhi berbagai persyaratan seperti harus memiliki PIRT, BPOM, LPPOM, halal dan lainnya. Kami sudah melangkah kearah itu agar produk UMKM ini dapat bersaing pasar internasional," katanya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya akan terus memperbanyak UMKM yang berdaya saing, pembinaan, pelatihan dan bantuan atau memfasilitasi pelaku usaha mendapatkan sertifikat halal dan persyaratan lainnya yang dipersyaratkan negara tujuan ekspor. "Kami berharap pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produk, agar pemerintah mudah memfasilitasi pelaku usaha memasarkan produknya," tutupnya. (njs/dbs)


Back to Top