Angkut Pemudik Lebaran, Pemprov Banten Siapkan 1.900 Bus

gomuslim.co.id- Salah satu tradisi umat Islam Indonesia saat menjelang libur hari Raya Idul Fitri adalah mudik atau pulang ke kampung halaman masing-masing. Merespon hal tersebut, Pemerintah Provinsi Banten dan Kementerian Perhubungan telah menyiapkan sekitar 1.900 bus yang akan digunakan untuk mudik Idul Fitri 1438 H/2017 M.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Revri Aroes mengatakan, bus-bus tersebut terdiri dari bus reguler antar-kota antar-provinsi (AKAP), bus antar kota dalam provinsi (AKDP) serta 100 bus cadangan.

“Kami telah membuat perencanaan kesiapan menghadapi lebaran. Angkutan bus, kereta api, penerangan jalan, rambu-rambu sudah siap semua. Setidaknya ada sekitar 1.129 personel Dishub gabungan dengan kabupaten/kota yang akan disebar ke 92 titik jalur mudik,” ujar Revri, Senin (19/06/2017).

Revri memprediksi selama arus mudik Lebaran 2017 jumlah penumpang jalur penyeberangan, kereta api, dan udara mengalami lonjakan dibanding Lebaran 2016. Hanya angkutan jalan yang diprediksi menurun dari tahun sebelumnya. Penumpang angkutan jalan pada 2016 mencapai 283.205 penumpang, diprediksi tahun 2017 menurun menjadi 269.751 orang atau 4,75 persen. Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) diprediksi meningkat 11,61 persen dari tahun 2016 yakni 1.340.727 menjadi 1.496.394 penumpang.

Selanjutnya penumpang moda angkutan kereta api juga diperkirakan meningkat 5,71 persen. Sebelumnya 2016 sebanyak 127.256 penumpang, tahun 2017 ini diprediksi mencapai 134.519 penumpang. Untuk moda transportasi udara juga meningkat dari 6.570.337 penumpang menjadi 6.912.599 penumpang.

Sementara itu, Juru bicara PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Mario Sardadi Oetomo mengatakan arus mudik di Pelabuhan Penyeberangan Merak sudah mulai terjadi sejak Minggu, 18 Juni kemarin. Menurutnya, H-7 Lebaran yang berbarengan dengan awal libur sekolah dimanfaatkan oleh pemudik. Ditambah juga, masih beroperasinya kendaraan angkutan barang yang akan menyeberang ke Bakauheni. “Antrean yang terjadi pada Sabtu-Minggu kemarin masih teratasi, malam minggu kemarin ramai lancar saja,” kata Mario.

Mario mengatakan, upaya mengurai antrean mudik menjelang Pelabuhan Merak telah disiapkan dengan membuka tol gate dalam jumlah banyak. "Tol gate motor ada 19, mobil 12, pejalan kaki 23. Dan buffer zone (tempat penjualan tiket di luar pelabuhan) ada 40. Sementara, untuk pejalan kaki tiket manual bisa dibeli di Pelabuhan Penyeberangan Merak," katanya.

Di tempat berbeda, Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan Wahju Satrio Utomo (Tommy) mengatakan bahwa pada H-6 hari ini Senin (19/6) masa angkutan Lebaran belum mengalami peningkatan jumlah penumpang. Ia menyebut petugas yang bekerja di lapangan saat ini masih bisa meng-handle jumlah penumpang dengan baik.

"Sampai hari ini belum ada peningkatan yang berarti. Situasi sekarang juga masih bisa di-handle oleh teman-teman di lapangan," ujar Tommy.

Pada kesempatan tersebut, Tommy berkomunikasi dengan petugas yang berada di Pelabuhan Merak, Bandara Ngurah Rai, Nagreg Jawa Barat, Pintu Tol Cikarang Utama, Pelabuhan Batam, dan beberapa wilayah lainnya. Para petugas di lapangan, kata Tommy, mengaku siap jika terjadi pelonjakan penumpang.

"Petugas-petugas di lapangan sudah siap apabila terjadi lonjakan penumpang, posko kesehatan serta fasilitas umum lainnya untuk pemudik juga sudah disiapkan. Untuk pemudik ke arah Jawa Tengah, jalur utara dan jalur selatan sudah baik serta jalan-jalan alternatif juga sudah siap sehingga tidak perlu memakai jalur tol semua. Jadi mudah-mudahan konsentrasi kepadatan di jalan akan terpecah," katanya. (njs/dbs/foto:sentananews)

 


Back to Top