Tiru Konsep Masjidil Haram, Kemenpar Siap Bangun 100 Masjid Indah di Indonesia

gomuslim.co.id- Keberadaaan Masjid saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Lebih dari itu, Masji telah berkembang menjadi salah satu objek wisata religi. Melihat potensi ini, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan pihaknya berencana membangun 100 masjid di seluruh Indonesia.

Pembangunan masjid ini, kata dia, sebagai salah satu daya tarik bagi wisatawan, baik Nusantara maupun mancanegara. Pernyataan tersebut disampaikan Menpar dalam acara Silaturahmi dan Dialog Menteri Pariwisata dengan Forum Wartawan Pariwisata di Bakmi Naga, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (20/6/2017) malam.

"Saya sudah ketemu Pak Jusuf Kalla sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia, itu disepakati, bahwa kita akan develop dan bangun 100 masjid yang akan kita jadikan destinasi pariwisata dengan total wisman 500 ribu," ujarnya.

Lebih lanjut, Arief menuturkan, pembangunan 100 masjid ini juga diharapkan tidak hanya mempunyai nilai spiritual, tapi juga sisi komersial yang bisa menjadi daya tarik. Namun, dia menegaskan, bahwa nantinya akan dilakukan dialog lebih lanjut dengan pemerintah daerah masing-masing dalam hal pembangunan 100 masjid ini.

"Bagi masjid tidak mau enggak apa-apa kita tidak akan memaksa. Tapi kalau kita tahu Masjidil Haram itu sekarang juga sudah jadi pusat pariwisata dengan daya tarik spiritualnya," katanya.

Dia melanjutkan, di Masjidil Haram, semua sarana hotel dan fasilitas lainnya, sudah memiliki kelas internasional dan dikelola secara profesional.

"Hotelnya di sana hotel internasional yang dikelola nonmuslim jadi aneh sekali kalau di pusat Saudi Arabia treatment-nya seperti itu, tapi di sini kita tidak lakukan. Jadi masjid itu semakin disejahterakan akan semakin mensejahterakan," tegasnya.

Masjidil Haram yang disucikan umat Muslim di Arab Saudi sejatinya juga destinasi wisata. Menpar berharap, masjid-masjid di Indonesia bisa mencontohnya.

"Sesungguhnya, Masjidil Haram merupakan pusat pariwisata umat Muslim terbesar di dunia. Lihat hotel di sekitarnya, maaf ya itu yang punya non Muslim seperti Hilton dan Sofitel," ucapnya.

Menurut Arief, orang-orang traveling juga karena keyakinan pribadi, seperti merajuk pada Masjidil Haram. Oleh sebab itu, selain beribadah alangkah baiknya masjid menawarkan kenyamanan dan pengalaman menarik bagi para wisatawan yang singgah ke sana.

"Lihat Masjidil Haram, di pusat Arab Saudi sudah seperti itu persis sebagai destinasi wisata ada akses dan akomodasi. Mengapa kita tidak melakukannya?" tutup Arief.

Pada tahun ini Menpar sendiri menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 15 juta orang, sedangkan di tahun 2019 mendatang dia menargetkan 20 juta wisman. Sebelumnya, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk mengembangkan destinasi wisata religi berbasis masjid.

Kemenpar dan DMI menandatangani nota kesepahaman atau MoU tentang Program Pengembangan Destinasi Wisata Berbasis Masjid di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Kamis 15 Juni lalu. Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga ketua DMI dan Menpar Arief Yahya hadir langsung pada acara itu. (njs/dbs/foto:serambiaceh)


Back to Top